Kursi Golkar Sumedang Menurun, Tokoh Senior Dorong Regenerasi Pemimpin Muda
Dedy Herdiana August 26, 2026 11:35 PM

 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Kiki Andriana

TRIBUNPRIANGAN.COM SUMEDANG – Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD II Partai Golkar Kabupaten Sumedang, sorotan terhadap regenerasi kepemimpinan mulai mengemuka.

Ismet Suparmat, tokoh senior Partai Golkar Sumedang, menilai penurunan perolehan kursi Golkar di Sumedang menjadi salah satu tanda perlunya pembenahan internal, termasuk melalui estafet kepemimpinan kepada generasi muda.

Menurutnya, persoalan Golkar di Sumedang tidak hanya dipengaruhi kondisi politik secara umum, tetapi juga berkaitan dengan tata kelola internal partai.

"Pertama Golkar Sumedang pada saat Pemilu lalu angkanya menurun, selain kondisi politik secara umum, khusus internal Golkar itu tata kelola yang kurang baik," ujar Ismet saat diwawancara Tribun Jabar.id, di kediamannya, Rabu (26/8/2026). 

Baca juga: Dua Kader Golkar Sumedang Ajukan Diskresi kepada Bahlil Lahadalia untuk Musda XI

Ismet mengatakan, Golkar Sumedang saat ini harus menyesuaikan diri dengan perubahan kondisi masyarakat. Menurutnya, Golkar tidak bisa lagi mengandalkan kejayaan masa lalu dan perlu memperkuat identitas sebagai partai modern.

"Ke depan, perlu ada tata kelola yang baik di mana regenerasi kepemimpinan diperlukan. Sebab kondisi real di masyarakat, Golkar sekarang bukan seperti pada masa Orde Baru, tapi Golkar sebagai partai modern," kata Ismet.

Karena itu, Ismet mendorong adanya regenerasi kepemimpinan dalam Musda XI yang akan datang. Menurutnya, figur muda memiliki peluang untuk membawa pendekatan baru sekaligus menarik minat masyarakat.

"Maka, perlu ada estafet kepemimpinan kepada kaum muda, yang dengan itu mudah-mudahan masyarakat tertarik," ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar partai tidak mempertahankan figur lama apabila dinilai sudah tidak mampu menarik perhatian publik.

"Jangan pertahankan pemimpin lama yang tidak menarik publik," katanya.

Sebelumnya, Sekretaris DPD Golkar Sumedang Yogi Yaman Santosa menyebut terdapat enam figur yang disebut-sebut berpotensi bersaing memperebutkan kursi Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Sumedang.

Keenam nama tersebut yakni Sidik Jafar, Sonia Sugian, Yogi Yaman Santosa, Asep Kurnia, Ari Budiman, dan Yuslita Sumartini Bilqis.

Dari nama-nama tersebut, Sidik Jafar dan Yuslita Sumartini Bilqis disebut telah mengajukan permohonan kepada Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia.

Sidik Jafar membutuhkan diskresi karena telah menjabat sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Sumedang selama dua periode. Sementara Yuslita mengajukan permohonan persetujuan karena belum memenuhi ketentuan masa kepengurusan sesuai petunjuk pelaksanaan partai.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.