Shabrina Adfi Curhat Uang Ibu Mertua Hilang dari Rekening Bank
Willem Jonata August 26, 2026 11:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - TikToker Shabrina Adfi mengungkap persoalan yang dialami keluarganya terkait hilangnya dana milik ibu mertuanya dan keluarga dari rekening sebuah bank.

Ia mengaku masih tidak habis pikir setelah dana yang dikumpulkan keluarganya dari hasil kerja keras selama bertahun-tahun tiba-tiba tidak lagi berada di dalam rekening.

Menurut Shabrina, dana yang hilang tersebut bukan dalam jumlah kecil. Persoalan itu juga membuat keluarganya mempertanyakan tanggung jawab pihak bank, terlebih setelah salah satu pegawai bank yang disebut berkaitan dengan kasus tersebut telah menjalani proses hukum.

"Uang milik ibu mertuaku dan keluarga yang dikumpulkan dari hasil kerja keras bertahun-tahun, hilang gitu aja dari rekening di Bank inisial T. Dan jumlahnya juga ga dikit," ungkap Shabrina dikutip Tribunnews.com, Rabu (26/8/2026).

Baca juga: Bank Mandiri Blokir Rekening Milik Botok, Ombudsman Singgung Kepercayaan Nasabah: Aset Paling Mahal

Ia mengatakan keluarganya telah berulang kali mendatangi pihak bank untuk meminta penjelasan sekaligus mencari penyelesaian atas persoalan tersebut. 

Namun, menurut Shabrina, upaya tersebut belum membuahkan hasil seperti yang diharapkan.

"Kita udah berkali-kali datang ke bank, bertemu pihak-pihak terkait, bahkan kita udah sampai minta bantuan ke OJK dan DPR. Tapi belum ada penyelesaian yang diharapkan," tulisnya.

Bukan tanpa sebab ia mengeluh di media sosia, Shabrina kemudian menuturkan proses hukum terhadap salah satu pegawai bank yang disebut berkaitan dengan persoalan tersebut.

Menurut dia, pegawai tersebut telah dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman tiga tahun penjara. 

Meski proses hukum telah berjalan, Shabrina menyebut keluarganya masih mempertanyakan keberadaan dana yang hingga kini belum kembali.

Kondisi itu membuat keluarga merasa kecewa terhadap respons pihak bank yang dinilai belum memberikan penyelesaian atas kerugian yang mereka alami.

"Kami nggak minta lebih. Kami cuma ingin keadilan. Kita bener-bener kecewa dengan respons pihak bank yang lepas tanggung jawab dari kasus ini," kata Shabrina.

Tak hanya soal dana yang hilang, Shabrina juga mempertanyakan bagaimana transaksi tersebut dapat terjadi tanpa sepengetahuan dan persetujuan nasabah.

Ia menyoroti sistem serta kontrol internal bank yang dinilai perlu dipertanyakan karena memungkinkan dana berpindah dari rekening nasabah. Menurutnya, tindakan tersebut bahkan disebut terjadi lebih dari satu kali.

"Yang menjadi pertanyaan besar bagi kami bukan cuma bagaimana dana tersebut bisa berpindah, tetapi juga mengenai sistem dan kontrol internal bank yang memungkinkan hal tersebut terjadi tanpa sepengetahuan dan persetujuan nasabah," ucapnya.

"Tindakan tersebut tidak hanya terjadi satu kali, tetapi dilakukan berkali-kali," ungkap Shabrina.

Bagi Shabrina, persoalan tersebut bukan semata-mata mengenai nominal kerugian yang dialami keluarganya. 

Ia menilai kasus tersebut juga menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap institusi perbankan.

"Karena pada akhirnya, yang dipertaruhkan bukan hanya sejumlah dana, tetapi juga kepercayaan nasabah terhadap institusi perbankan," tegasnya.

 

(Tribunnews.com/ Bayu Indra Permana)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.