TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di balik prestasinya memecahkan rekor nasional, pelari maraton putri Indonesia, Odekta Elvina Naibaho, menyimpan kerisauan mendalam terkait masa depan cabang olahraga atletik yang digelutinya.
Di usianya yang menginjak 34 tahun, Odekta berharap ada regenerasi yang matang agar tongkat estafet prestasi maraton putri Indonesia tidak terputus di kancah internasional.
Kerisauan tersebut makin beralasan mengingat Odekta tengah mempertimbangkan untuk gantung sepatu usai berlaga di ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026 pada September mendatang.
Pemegang rekor nasional Gold Coast Marathon 2025 dengan catatan waktu 2 jam 31 menit 34 detik ini menegaskan pentingnya wadah kompetisi lokal untuk menjaring talenta baru.
"Dengan usia saya sekarang, mestinya ada (junior) yang di bawah saya, saya khawatir tidak ada yang meneruskan jejak saya. Jangan sampai nanti di panggung internasional setelah saya, perwakilan Indonesia kosong," kata Odekta dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Oleh karena itu, Odekta mengapresiasi penuh penyelenggaraan event lari berskala besar seperti Pertamina Eco RunFest 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 6 Desember 2026 di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) dan Istora Senayan, Jakarta.
"Adanya ajang seperti Pertamina Eco RunFest dan event lari yang marak di Indonesia sangat membantu perkembangan serta regenerasi atlet kita," sambungnya.
Baca juga: Danau Sunter Jakarta Jadi Arena Kompetisi Olah Raga Air, Ada Kayak hingga Dragon Boat
Pada kesempatan tersebut, Odekta mengingatkan para peserta Pertamina Eco RunFest 2026 untuk mengutamakan keselamatan saat berlari. Menurutnya, pemahaman terhadap kondisi diri serta kedisiplinan menjaga asupan nutrisi dan hidrasi menjadi kunci utama agar pelari dapat menyentuh garis finis dengan aman.
"Sangat penting untuk mengenali kondisi diri sendiri. Jangan sampai karena menuruti ego, kita berakhir kolaps dan harus dilarikan ke rumah sakit. Keselamatan hingga garis finis adalah yang utama," ujar Odekta.
Ia membagikan pengalaman pribadinya saat berlaga di Bali. Kala itu, ia sempat mengalami diare hanya karena salah mengonsumsi makanan. Pengalaman tersebut mempertegas betapa krusialnya menjaga kebersihan dan kestabilan pola makan sebelum perlombaan.
Untuk menghindari risiko cedera atau gangguan kesehatan saat perlombaan, Odekta membagikan sejumlah panduan praktis bagi para pelari.
"Hindari mengonsumsi makanan atau minuman yang tidak biasa dikonsumsi jelang perlombaan. Hindari makanan pedas serta es yang berpotensi memicu radang atau masalah pencernaan," ucapnya.
Kemudian penggunaan energi tambahan. Ia menyarankan agar menggunakan energy gel atau suplemen yang sudah pernah dicoba saat latihan. Jangan menguji coba produk baru pada hari perlombaan.
Ia menekankan pentingnya manajemen Istirahat. Mengingat banyak pelari kerap mengalami kesulitan tidur pada H-1 perlombaan akibat gugup, Odekta menyarankan untuk memaksimalkan durasi tidur berkualitas pada H-2.
"Kemudian pastikan melakukan pemanasan secara optimal sebelum start. Saat berlari, tetap berpatokan pada pace atau kecepatan sendiri dan hindari terbawa euforia dengan mengikuti kecepatan pelari lain," tandasnya.
Olahraga, Kebersamaan, dan Misi Keberlanjutan Lingkungan
Ajang Pertamina Eco RunFest 2026 yang memasuki penyelenggaraan ke-13 ini tidak hanya berfokus pada penjaringan potensi atletik melalui berbagai kategori jarak 5K, 10K, hingga half marathon 21,1K, tapi juga membawa misi kelestarian bumi melalui tema “Spark the Change, Leave Zero Trace”.
Direktur Manajemen Risiko PT Pertamina (Persero), Ahmad Siddik Badruddin, menyampaikan bahwa nilai-nilai dalam olahraga sejalan dengan semangat perusahaan dalam mendorong daya tahan dan kebersamaan untuk menjaga lingkungan.
“Bagi Pertamina, olahraga bukan hanya tentang siapa yang paling cepat mencapai garis finis. Olahraga mengajarkan kita tentang semangat, disiplin, ketangguhan, kebersamaan, dan konsistensi untuk terus bergerak maju. Nilai-nilai tersebut menjadi pemantik bagi kami dalam mendorong berbagai inisiatif keberlanjutan,” ujar Ahmad Siddik.
Sementara itu, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menjelaskan bahwa Eco RunFest 2026 menghadirkan tujuh inisiatif keberlanjutan seperti eco jersey, eco innovation, eco mission, eco talent, eco production, eco waste management, dan eco education. Bahkan, seluruh hasil penjualan tiket akan disalurkan secara langsung untuk aksi lingkungan.
"Seluruh keuntungan penjualan tiket Pertamina Eco RunFest 2026 didonasikan 100 persen untuk mendukung pelaksanaan eco mission. Jadi, peserta tidak hanya berlari, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi bumi," jelas Baron.
Ada 14 ribu pelari dan 10 ribu pengunjung yang ditargetkan memadati area GBK pada 6 Desember 2026, sinergi antara pencarian bibit atlet baru dan kepedulian lingkungan ini diharapkan mampu menginspirasi generasi muda Indonesia—baik di atas lintasan lari maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai informasi, tiket Pertamina Eco RunFest 2026 dapat dibeli melalui aplikasi MyPertamina pada tanggal 27 Agustus 2026 khusus untuk Redemption Points My Pertamina dan 28 Agustus untuk penjualan publik.