Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggelar kegiatan Digital Literacy Goes to School Tahun 2026 bagi anak-anak sekolah dasar.
Kegiatan yang mengusung tema "Anak Hebat di Ruang Digital: Cegah Bullying, Saring Informasi dan Jaga Privasi" tersebut berlangsung di Hotel T-More Kupang, Rabu, 26 Agustus 2026.
Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Kominfo Kota Kupang, Ariantje Martje Baun bersama jajaran, para kepala perangkat daerah, narasumber, kepala sekolah, guru pendamping, insan pers serta 150 siswa SD dari 19 sekolah dasar di Kota Kupang.
Baca juga: Undana Kupang Turunkan Relawan Hingga Bantu UKT Bagi Mahasiswa Terdampak Gempa Flores
Wali Kota Kupang yang diwakili Asisten I Setda Kota Kupang, Hengki Malelak, dalam sambutannya mengatakan perkembangan teknologi digital telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam dunia pendidikan.
Menurutnya, internet dan berbagai platform digital memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk memperoleh pengetahuan, mengembangkan kreativitas serta membangun komunikasi dengan orang lain.
Namun, dibalik manfaat tersebut, kata dia ruang digital juga menghadirkan berbagai tantangan seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, cyberbullying, penipuan digital hingga penyalahgunaan data pribadi.
Karena itu, menurutnya anak-anak perlu dibekali kemampuan untuk menggunakan teknologi secara bijak, aman dan bertanggung jawab.
Hengki mengajak para peserta untuk menjadi generasi yang cerdas dan berkarakter di ruang digital.
Anak-anak juga diminta untuk tidak mudah mempercayai setiap informasi yang beredar di media sosial, tetapi membiasakan diri memeriksa sumber informasi sebelum membagikannya.
Selain itu, mereka juga diingatkan agar menggunakan media sosial secara santun, menghargai orang lain dan tidak melakukan perundungan dalam bentuk apa pun.
Hengki juga mengingatkan pentingnya menjaga jejak digital. Apa yang ditulis, diunggah dan dibagikan di internet, kata dia, dapat menjadi bagian dari masa depan dan mencerminkan karakter serta integritas seseorang.
Karena itu, teknologi diharapkan digunakan sebagai sarana untuk belajar, berkarya, berinovasi dan menyebarkan informasi positif.
Pemerintah Kota Kupang, lanjut Hengki, memberikan perhatian besar terhadap penguatan literasi digital bagi generasi muda. Hal tersebut sejalan dengan visi Kota Kupang sebagai Kota Kasih, rumah bersama yang maju, mandiri, sejahtera dan berkelanjutan.
Pembangunan kota, menurutnya, bukan hanya mengenai pembangunan infrastruktur, tetapi juga membangun manusia yang cerdas, berkarakter dan mampu menghadapi perkembangan zaman.
Hengki memberikan apresiasi kepada Dinas Kominfo Kota Kupang yang telah menginisiasi kegiatan tersebut serta seluruh pihak yang mendukung pelaksanaannya.
Ia berharap kegiatan Digital Literacy Goes to School dapat melahirkan generasi muda Kota Kupang yang bijak menggunakan media digital, mampu menjaga privasi, menyaring informasi dengan baik dan menolak segala bentuk perundungan.
Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Kepala Bidang Pengelolaan Layanan Informasi Publik Dinas Kominfo Kota Kupang, Mohamad Irsan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan program edukasi untuk meningkatkan literasi digital sejak usia dini.
Menurut Irsan, kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak atau PP TUNAS.
Selain itu, kegiatan tersebut mendukung program prioritas Kementerian Komunikasi dan Digital dalam penguatan literasi digital nasional serta menjadi bagian dari kolaborasi antara Dinas Kominfo dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang.
Irsan menjelaskan, Digital Literacy Goes to School tahun 2026 dilaksanakan dalam dua kegiatan, yakni untuk tingkat SD dan SMP.
Untuk tingkat SD, kegiatan dilaksanakan Rabu, 26 Agustus 2026 dengan melibatkan 150 siswa dari perwakilan 19 SD di Kota Kupang yang didampingi guru dari masing-masing sekolah. Sedangkan kegiatan untuk tingkat SMP dijadwalkan berlangsung Kamis, 3 September 2026 di Hotel T-More Kupang dengan melibatkan 150 siswa.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan sejumlah materi terkait penggunaan ruang digital secara aman dan bertanggung jawab.
Materi yang diberikan mencakup pencegahan bullying dan cyberbullying, membangun empati, menjaga rahasia pribadi dan privasi, serta mengenali dan menangkal informasi palsu atau hoaks.
Peserta juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya menerapkan prinsip "Saring Sebelum Sharing" sebelum menyebarkan informasi di ruang digital.
Irsan berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan kemampuan anak-anak dalam mengenali risiko di ruang digital. Selain itu, peserta diharapkan mampu menjaga data pribadi, menggunakan media digital secara sehat dan bertanggung jawab serta menjadi pelopor literasi digital di sekolah, keluarga dan lingkungan sekitarnya. (*)