BMKG Ungkap Kondisi Cuaca Lampung Sangat Memicu Percepatan Sebaran Api
Robertus Didik Budiawan Cahyono August 27, 2026 12:19 AM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap kondisi cuaca Lampung saat ini sangat memicu percepatan sebaran api. Oleh karena itu, masyarakat diimbau agar tidak membakar lahan.

Baca juga: BMKG Ingatkan Warga Lampung Tak Bakar Lahan di Tengah 208 Hotspot

Apalagi BMKG mendeteksi sebanyak 208 titik panas (hotspot) di Lampung berdasarkan pemantauan satelit pada Selasa (25/8/2026).

Koordinator Data dan Informasi BMKG Lampung, Rudi Harianto, mengatakan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan karena sebaran titik panas terpantau cukup merata, terutama di wilayah utara dan timur Lampung.

"Hasil pemantauan satelit menunjukkan pergerakan titik panas cukup merata di wilayah utara dan timur Lampung. Kami meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan karena kondisi cuaca saat ini sangat memicu percepatan sebaran api," ujar Rudi, Rabu (26/8/2026).

Dari 208 hotspot yang terdeteksi, sebanyak 188 titik berada pada tingkat kepercayaan sedang, sembilan titik masuk kategori tinggi (high confidence), sedangkan 11 titik lainnya berada pada kategori rendah.

Pemantauan dilakukan menggunakan sejumlah satelit, yakni Terra, Aqua, S-NPP, dan NOAA-20. Data tersebut menjadi salah satu sarana deteksi dini untuk melihat indikasi titik panas yang berpotensi berkaitan dengan kebakaran di lapangan.

Kabupaten Mesuji dan Tulang Bawang menjadi wilayah dengan konsentrasi hotspot paling banyak. Sejumlah titik terpantau di Kecamatan Tanjung Raya, Mesuji Timur, Gedung Meneng, hingga Dente Teladas.

Sebaran titik panas juga terpantau di Kabupaten Way Kanan dan Lampung Utara, antara lain di Blambangan Umpu, Pakuan Ratu, Negara Batin, Sungkai Utara, dan Bunga Mayang.

Sementara di Lampung Tengah dan Lampung Timur, hotspot terdeteksi di antaranya di Kecamatan Bandar Mataram, Sekampung Udik, serta Marga Tiga.

Di wilayah pesisir hingga Lampung Selatan, titik panas turut ditemukan meski jumlahnya lebih sedikit. Lokasinya antara lain berada di Bangkunat, Ngaras, Kelumbayan, Rajabasa, dan Bakauheni.

BMKG Lampung memastikan pemantauan terhadap hotspot akan terus dilakukan dan diperbarui secara berkala. 

Informasi tersebut diharapkan dapat membantu Satgas Karhutla di daerah melakukan langkah pencegahan serta mengambil tindakan lebih cepat apabila ditemukan indikasi kebakaran.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran dan menghindari aktivitas yang dapat menjadi sumber api, terutama pembakaran lahan yang berisiko memicu api meluas ke area di sekitarnya.

(Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.