Olly Dondokambey Sebut Politik Sebagai Sarana Keselamatan Rakyat, Minta Pemuda Pahami Esensinya
Adi Suhendi August 27, 2026 12:23 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur Sulawesi Utara periode 2016-2025 sekaligus politikus senior PDI Perjuangan, Olly Dondokambey, meluncurkan buku refleksi pemikiran dan rekam jejak kepemimpinannya yang bertajuk “Menjaga Nyiur Tetap Melambai Legacy”.

Peluncuran buku tersebut diselenggarakan secara hangat dan penuh rasa kekeluargaan di Gedung Bentara Budaya Jakarta (BBJ), Palmerah, Jakarta Pusat, Rabu (26/8/2026) sore.

Dalam momentum itu, Olly menyampaikan pesan mendalam yang didedikasikan secara khusus bagi generasi muda di Sulawesi Utara mengenai esensi sejati dari perjuangan di jalur politik.

Olly menyebut, bahwa regenerasi kepemimpinan merupakan hal yang mutlak.

Ia mengimbau para pemuda di Sulawesi Utara yang berniat terjun ke dunia politik untuk benar-benar memahami esensi tugas dan tanggung jawab seorang pelayan rakyat, serta tidak terjebak pada pragmatisme politik.

Sebagai rujukan utama, Olly mendesak para politisi muda untuk menggali dan meneladani komitmen kebangsaan yang diwariskan oleh sang proklamator, Bung Karno.

Baca juga: Profil Olly Dondokambey, Lagi-Lagi Dipercaya Megawati Kelola Uang PDIP, 4 Kali Jadi Bendum Partai

"Saya pesankan untuk generasi muda di Sulawesi Utara, bagaimana menjadi politisi yang benar-benar harus melaksanakan tugas tanggung jawabnya yang ada. Dan di PDI Perjuangan tentu saja, satu saja, pelajari apa yang disampaikan oleh Bung Karno tentang dedikasi dia menjadi seorang Presiden sehingga sangat berdampak positif bagi masyarakat," kata Olly Dondokambey setelah peluncuran buku.

Berdasarkan pengalaman panjangnya di kancah nasional sebagai mantan anggota DPR RI maupun saat memimpin daerah selama dua periode, Olly merumuskan falsafah penting bahwa politik pada hakikatnya harus diposisikan sebagai "sarana keselamatan" bagi rakyat.

Regulasi yang dirumuskan oleh seorang politisi atau pejabat publik memiliki dampak instan, dapat menyejahterakan rakyat apabila dirancang dengan benar, atau sebaliknya dapat menyengsarakan rakyat apabila dirumuskan secara keliru demi syahwat kepentingan pribadi.

Baca juga: Olly Dondokambey: Megawati di Bali, Kongres PDIP Bisa Saja Terjadi Jika Peserta Menghendaki

"Politik itu adalah sarana keselamatan. Kebijakan-kebijakan kita yang dibuat sebagai anggota parlemen, sebagai politisi, bisa membuat rakyat sejahtera. Kita juga bisa membuat satu kebijakan rakyat tidak sejahtera dalam mengambil kebijakan-kebijakan yang salah. Kalau kita membuat kebijakan yang benar, pasti rakyat akan senang. Tapi kalau kita membuat satu kebijakan untuk kepentingan pribadi, pasti rakyat tidak sejahtera," bebernya.

Terkait dengan pemilihan judul buku, Olly menjelaskan bahwa kalimat tersebut merujuk pada pohon kelapa (nyiur) yang merupakan lambang alamiah dari Provinsi Sulawesi Utara.

Judul tersebut merepresentasikan komitmen kepemimpinan untuk senantiasa menjaga kedamaian, kerukunan sosial, serta jaminan kemakmuran bagi rakyat Sulawesi Utara secara berkelanjutan.

Ia bersyukur, selama sepuluh tahun masa kepemimpinannya, wilayah Sulawesi Utara
dikenal sangat kondusif, aman, dan toleran dari potensi konflik horizontal berkat sinergi komunikasi yang harmonis bersama pemerintah pusat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.