Belajar dari Evaluasi Musim Lalu, Adit Bawa SMAN 1 Sidoarjo Tampil Solid di Honda DBL 2026
Pipit Maulidya August 27, 2026 12:32 AM

SURYA.co.id - Ambisi untuk tampil lebih baik menjadi bahan bakar utama Aditya Burhhaanis Hernawa musim ini.

Penggawa andalan SMAN 1 Sidoarjo tersebut sukses mengawali langkah di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North dengan catatan impresif.

Bertanding di DBL Arena Surabaya pada Minggu (23/8), SMAN 1 Sidoarjo berhasil menumbangkan SMAN 1 Sooko Mojokerto dengan skor akhir 26-18. =

Dalam laga pembuka tersebut, pemain yang akrab disapa Adit ini menjadi motor serangan tim dengan sumbangan 12 poin dan 7 rebound.

Misi Penebusan di Musim Kedua

Bagi Adit, musim 2026 bukan sekadar kompetisi biasa. Ia membawa misi pribadi untuk memperbaiki performa yang menurutnya kurang maksimal pada tahun lalu. Pemilik nomor punggung 22 ini mengaku jauh lebih siap secara mental dan teknis.

“Game sebelumnya aku kayak kurang perform. Jadi yang sekarang aku mau lebih fokus biar lebih bagus aja. Biar bisa menang,” ujar Adit saat ditemui usai pertandingan.

Kematangan bermain Adit tidak datang begitu saja. Ia mengasah kemampuannya melalui DBL Academy pada 2025 serta bergabung dengan klub lokal Sidoarjo, Estrella. Dari proses itulah, ia mulai memahami titik lemah dan kekuatannya di lapangan. Jika finishing dirasa sudah mumpuni, Adit kini fokus memoles aspek ball handling dan pengambilan keputusan (decision making).

Lebih Vokal di Lapangan

Selain teknis, kedewasaan Adit terlihat dari caranya berkomunikasi dengan rekan setim. Ia tak ragu memberikan instruksi saat ritme permainan mulai goyah, terutama ketika tim berada di bawah tekanan lawan yang mengakibatkan terburu-buru dalam mengambil keputusan.

“Kadang teman-teman aku ada yang dapat bola, panik langsung lempar. Kadang aku suruh tenang dulu, pegang dulu,” tuturnya mengenai perannya di lapangan.

Meski demikian, ia tetap rendah hati dan menyebut aksinya tersebut sebagai bentuk saling mengingatkan agar tim tetap terkontrol, bukan karena ia merasa sebagai pemimpin tunggal.

Berawal dari Dorongan Orang Tua

Siapa sangka, kecintaan Adit pada basket bermula dari "paksaan" manis orang tua saat ia masih SMP. Namun, seiring banyaknya kompetisi yang diikuti, rasa suka itu tumbuh secara alami hingga membawanya ke panggung DBL.

“Awalnya sih disuruh. Terus lama-lama habis ikut tanding-tanding kok kayak seru,” kenang Adit sambil tersenyum.

Target Menembus Round 2

Kemenangan perdana atas SMAN 1 Sooko Mojokerto menjadi modal penting bagi SMAN 1 Sidoarjo untuk mengejar target masuk ke Round 2. Meski menang, Adit mencatat ada beberapa evaluasi krusial, terutama cara tim keluar dari jebakan full press.

“Kayaknya suplai bolanya. Karena dari tadi beberapa kali susah lewat full press dari mereka,” ungkapnya mengevaluasi jalannya pertandingan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.