TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menyatakan keterbukaannya untuk menggelar dialog dan audiensi bersama jajaran DPR RI terkait deretan tuntutan aksi mereka.
Kendati demikian, pihak AMPB menegaskan dialog tersebut harus menghasilkan komitmen konkret dan bukan sekadar pernyataan manis di hadapan media, terutama mengenai pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset.
Hal itu disampaikan langsung oleh Koordinator AMPB, Supriyono alias Botok, saat ditemui di depan DPR RI.
Botok menyatakan bahwa pihaknya sama sekali tidak menutup pintu komunikasi dengan para wakil rakyat.
"Kami tidak anti dialog ya. Selama ada usulan dari teman-teman di dalam, kita diajak dialog, oke. Tapi harus sesuai dengan harapan kami," tegas Botok, Rabu (26/8/2026).
Ia mengatakan, hingga saat ini belum ada satupun perwakilan atau jajaran dari pihak DPR RI yang membuka ruang komunikasi maupun mengajak berdialog secara resmi, meskipun rencana gelombang aksi ini sudah digaungkan sejak beberapa hari sebelumnya.
"Belum, belum ada (komunikasi dari DPR). Tapi kalau besok teman-teman mengajak audiensi, kita siap," lanjutnya.
Menanggapi penjelasan Komisi III DPR RI yang menyebutkan bahwa RUU Perampasan Aset ditargetkan untuk disahkan pada bulan Desember mendatang, Botok menyampaikan kekecewaannya.
Menurutnya, janji tersebut kurang memuaskan bagi masyarakat.
Ia mendesak agar RUU Perampasan Aset dapat disahkan lebih cepat dari target Desember. Selain itu, pihak AMPB menuntut adanya kejelasan hitam di atas putih.
"Ya kurang memuaskan. Kalau misalnya itu disahkan sebelum bulan Desember, kita meminta surat pernyataan tertulis dan nanti poin-poinnya harus kita sepakati," ungkap Botok.
Botok menekankan kesepakatan tersebut wajib dituangkan secara formal melalui dokumen tertulis yang disusun dan disepakati bersama dalam pertemuan langsung, bukan hanya sebatas klaim atau pernyataan lisan semata.
"(Harus) secara tertulis. Bukan hanya keterangan di media," kata Botok.
Baca juga: Walk for Autism 2026 di Jakarta, Dorong Masyarakat Lebih Peduli Terhadap Individu ASD
Baca juga: Cek Fakta: Benarkah Massa dari Sumatera Bergerak ke Jakarta Jelang Demo DPR? Ini Kata Polisi
Baca juga: Gurun Arisastra Dukung Aksi Masyarakat Pati di DPR: Negara Wajib Beri Perlindungan