TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sejumlah orang tua dan murid Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kota Medan mendatangi Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan untuk melaporkan kepala sekolah dan guru, Rabu (26/8). Kedatangan mereka terkait dugaan tindakan tidak menyenangkan yang dialami siswa di sekolah tersebut.
Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, Mujiono, membenarkan adanya laporan dari orang tua dan siswa. "Jadi tadi ada beberapa perwakilan orang tua dan siswa tentang kejadian terhadap siswa yang terjadi di SD 060807 Medan Kota," ujar Mujiono.
Kemudian, pihak Dinas Pendidikan telah memfasilitasi pertemuan dengan orang tua dan siswa untuk mendengarkan keluhan mereka. Mujiono menyampaikan apresiasi kepada orang tua dan siswa yang telah hadir untuk menyampaikan permasalahan secara terbuka. n"Intinya, kami Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan akan menyelesaikan masalah ini secepatnya," tegasnya.
Masih katanya, ia mengatakan pihaknya akan memanggil kepala sekolah dan guru yang dilaporkan melakukan tindakan tidak seharusnya terhadap siswa. "Insyaallah, besok (hari ini), kepala sekolah dan guru yang telah dikatakan menindak siswa yang tidak seharusnya dilakukan akan kita panggil," jelasnya.
Mujiono menjelaskan bahwa orang tua melaporkan terjadi semacam pemukulan terhadap anak-anak dengan alasan tidak mengerjakan pekerjaan rumah (PR). Mujiono menegaskan hal tersebut tidak dapat dibenarkan.
"Itu tidak menjadi alasan karena sekolah ini kan sekolah ramah anak. Apapun proses terjadi terhadap anak, tidak boleh ada pemukulan. Kita melarang seperti itu dan kita selalu mensosialisasikan jangan terjadi semacam bullying. Ini kan nanti jadi bullying," tegasnya.
Menurut Mujiono, sebanyak 10 anak melaporkan kejadian tersebut. Dugaan tindakan yang dialami siswa antara lain disuruh melakukan push up, squat jump secara ramai-ramai, memegang telinga, dan ada juga yang ditampar pipinya menggunakan buku
"Untungnya tidak ada luka-luka. Hanya tadi ada semacam anak disuruh push-up ramai-ramai, pegang telinga, ada yang tadi ditampar pakai buku di pipinya. Jadi nanti kita selesaikan itu," jelasnya.
Mujiono menyebutkan kejadian tersebut terjadi pada Kamis pekan lalu, namun aktivitas belajar mengajar di sekolah tetap berjalan normal dan tidak ada libur. "Anak-anak tetap sekolah. Kegiatan belajar mengajar tetap berjalan seperti biasa," ujarnya.
Dinas Pendidikan berencana mempertemukan kepala sekolah dan guru dengan orang tua serta siswa untuk saling memaafkan dan mencari solusi terbaik. "Setelah itu, kita juga memfasilitasi, kita temukan kepala sekolah dengan orang tua dan anak-anak, saling memaafkan, supaya jangan terjadi lagi ke depannya. Bukan hanya di sekolah ini, di sekolah lainnya juga jangan terjadi hal seperti ini," pungkas Mujiono. Pihak Dinas Pendidikan berharap permasalahan ini segera terselesaikan dengan baik dan memberikan efek jera serta pembelajaran bagi seluruh pihak agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Baca juga: Kejar Target Perlinsos, Perangkat Kewilayahan Kota Medan Diminta Jemput Bola
Minta Maaf
KEPALA SD Negeri 060807, Adiana S.Pd., menjelaskan bahwa pihaknya sudah meminta maaf kepada orang tua murid. Namun, masih terdapat sejumlah kesalahpahaman terkait kejadian tersebut.
Adiana menyebutkan bahwa guru yang diduga melakukan tindakan tersebut, Adinda Ayu Lestari, guru bahasa Inggris, telah dipindahkan dari kelas yang bersangkutan.
Guru tersebut masuk ke ruang kelas 5C dan menanyakan tugas yang sudah dua minggu tidak kunjung dikumpulkan oleh siswa. Situasi tersebut kemudian memicu kejadian yang dilaporkan. "Harapan saya sama orang tua murid, ya sudah, saya kan sudah pindahkan guru tersebut. Kalau anak-anak tidak mau belajar sama guru itu saja," ujar Adiana. (cr9/Tribun-Medan.com)