Jarak Pandang 200 Meter, 10 Penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarbaru Delay
Ratino Taufik August 27, 2026 05:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Lagi-lagi, kabut asap yang menyelimuti wilayah Landasanulin, Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan membuat aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor terganggu, Rabu (26/8/2026).

Sejumlah penerbangan dari dan menuju Banjarmasin sempat tertunda sementara atau mengalami delay.

General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana mengatakan ada 10 penerbangan keberangkatan dan kedatangan yang delay karena jarak pandang yang sangat kurang. “Catatan kami itu ada sekitar 10 penerbangan, terdiri atas enam keberangkatan dan empat  kedatangan yang terdampak,” katanya.

Stephanus mengungkapkan pada pagi hari, sebelum kabut asap parah, sempat terbang dua pesawat saat visibility atau jarak pandang sekitar 1.500 meter. Namun, pada pukul 07.00 Wita, jarak pandang di runway bandara makin memburuk hingga hanya mencapai 200 meter, sehingga sejumlah penerbangan ditunda. “Visibility pagi di 1.500 meter, makanya dua pesawat bisa terbang. Tapi jam 06.30 itu menurun terus dan jam 07.00 tadi sekitar 200 meter. Kalau 200 meter memang tidak bisa dilakukan penerbangan,” katanya.

Baca juga: Kabut Asap Sekolah di Banjarbaru Terapkan PJJ, Penyaluran MBG Diliburkan

Mengenai asal asap yang cukup pekat, dari pantauan terjadi di tepi Jalan Lingkar Utara yang menjadi akses utama menuju bandara. Salah seorang relawan di lokasi, Yohanes Albert, mengatakan karhutla di titik ini merupakan lanjutan dari kejadian pada Selasa (26/8).

Karena api yang belum benar-benar padam, akhirnya kembali merembet ke lahan di sampingnya ketika cuaca terik.

Sementara itu, penanganan kebakaran lahan di kawasan yang dekat dengan ring 1 Bandara Syamsudin Noor ini juga dibantu pemadaman lewat udara. Helikopter water bombing secara berulang atau bolak-balik melakukan pemadaman dengan menjatuhkan air dari udara.

Terpisah, polisi mengungkap aksi tiga orang bocah di Banjarbaru dengan dugaan melakukan pembakaran lahan. Kanit Reskrim Polsek Lianganggang, Iptu Isman Riskandany, mengatakan dari hasil pemeriksaan, dari tiga anak hanya satu orang yang terbukti melakukan pembakaran di kawasan Jalan Batu Besi, Landasanulin. “Yang melakukan pembakaran cuma satu orang. Di antara tiga itu, yang dua cuma melihat saja,” katanya.

Terungkap, aksi iseng pembakaran ini dilakukan tidak hanya sekali, akan tetapi sudah tiga kali hingga akhirnya terciduk oleh relawan setempat pada Jumat (14/8) lalu. “Yang ketiga kali itu ketahuan sama relawan yang memang bertugas di lokasi kejadian,” sebutnya.

Pembakaran dilakukan tanpa alasan khusus. Pelaku mengaku hanya sedang nongkrong bersama teman-temannya dan merasa bosan. Dan karena statusnya masih dibawah umur, si anak kemudian diserahkan ke Dinas Sosial untuk dilakukan pembinaan di Rumah Singgah Banjarbaru. Pelaku juga telah membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya.

Adapun bantuan untuk pemadaman karhutla juga terus berdatangan. Pada Selasa malam, pesawat Hercules TNI Angkatan Udara A-1331 mendarat di Lanud Sjamsudin Noor, Banjarbaru.

Pesawat dari Skadron Udara 33 Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, ini membawa bantuan Presiden RI melalui Kementerian Pertanian berupa peralatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Di Kalsel, bantuan yang diberikan dalam mendukung upaya pemadaman dan penanganan karhutla ini terdiri dari 6 unit mesin pompa air dan 10 set selang pompa air.

Komandan Lanud Sjamsudin Noor, Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S, mengatakan dengan kedatangan melalui dukungan peralatan dan mobilisasi cepat, diharapkan penanganan karhutla di Kalsel dapat dilakukan lebih optimal. (banjarmasinpost.co.id/rizki fadilah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.