Polisi dan Bank Mandiri Akhirnya Buka Blokir Rekening Botok 
M Syofri Kurniawan August 27, 2026 06:14 AM

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Rekening Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok, yang sempat diblokir, akhirnya dibuka kembali.

Sebelumnya, rekening tersebut diblokir sejak Jumat (22/8/2026) pekan lalu, berdekatan dengan waktu keberangkatan Botok Cs ke Jakarta untuk mengikuti demo di DPR RI.

Kepastian pembukaan kembali rekening Botok muncul dalam konferensi pers Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman, bersama Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol Asep Edi Suheri, dan Direktur Utama (Dirut) Bank Mandiri, Riduan, di DPR, Rabu (26/8/2026).

Mereka memastikan rekening Botok diaktifkan kembali, pada Rabu kemarin.

Habiburokhman awalnya menjelaskan perihal rekening Supriyono alias Botok yang diblokir beberapa hari belakangan.

"Intinya, rekan-rekan Komisi III, beberapa hari terakhir, mendapat masukan dari masyarakat soal adanya rekening aktivis dari Pati, Saudara Botok, yang tidak dapat digunakan. Apakah bahasanya pemblokiran, apakah penundaan transaksi, tetapi rekening tersebut tidak dapat digunakan," kata Habiburokhman saat konferensi pers di DPR, Jakarta, Rabu.

Habiburokhman lantas meminta agar rekening milik Botok tersebut diaktifkan kembali.

Ia menekankan, tidak ada persoalan pidana terkait rekening tersebut.

"Komisi III ya atas nama pimpinan DPR mencermati dan apa namanya kami mengatakan bahwa sebaiknya rekening tersebut agar bisa diakses kembali oleh pemiliknya ya, karena menurut kami ya tidak ada hal ihwal terkait pidana ya masalah tersebut," ucap dia.

"Nah, untuk itu tadi saya berkoordinasi dengan Kapolda dan Pak Dirut Mandiri, kami diminta untuk segera memulihkan rekening itu agar yang bersangkutan ya Saudara Botok bisa menjalankan aktivitasnya dengan rekening tersebut. Kita tahu namanya menyampaikan pendapat ya selama masih dalam koridor hukum adalah hal yang dijamin di negeri ini," lanjut dia.

Alasan polisi 

Kemudian, Direskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imannudin, menjelaskan perkara pemblokiran rekening tersebut.

Ia mengatakan, pihaknya memblokir rekening yang bersangkutan untuk melindungi yang bersangkutan dan para donatur.

"Kami melakukan klarifikasi terhadap sebuah informasi yang bermula dari unggahan media sosial sebagaimana yang terunggah oleh suatu akun di media sosial. Kemudian hal ini kami lakukan tentunya dalam rangka menjaga dan memberikan perlindungan baik itu kepada pemilik akunnya maupun kepada para donatur," ujar Iman.

"Karena di dalam hal pengumpulan donasi, tentunya ada ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur agar baik itu donatur maupun penerima donasi memperoleh perlindungan hukum oleh negara," sambungnya.

Iman pun memastikan, setelah melakukan klarifikasi, rekening yang bersangkutan dapat diaktifkan kembali.

Dia memastikan rekening itu aktif kembali, pada Rabu kemarin.

Dirut Bank Mandiri, Riduan memastikan, pihaknya akan mengaktifkan rekening Botok. Ia memastikan menindaklanjuti saran yang disampaikan kepada pihaknya.

"Sebagai bank yang melayani nasabah dengan konsekuensi yang diatur di dalam peraturan, maka kami akan menindaklanjuti, Pak Direskrimum, apa yang tadi disampaikan untuk segera melakukan pengaktifan kembali rekening yang kemarin disampaikan untuk dilakukan penundaan transaksi," tutur dia.

Dalam konferensi pers itu, Riduan menyampaikan permintaan maaf terkait rekening Botok yang sebelumnya tidak dapat digunakan.

Riduan menegaskan, Bank Mandiri akan tetap menjalankan pelayanan perbankan dengan prinsip kehati-hatian.

"Kami akan selalu memegang amanah daripada nasabah dan masyarakat dengan baik untuk menyelenggarakan pelaksanaan perbankan secara prudensial, sehat, dan memberikan layanan terbaik," jelas Riduan. 

Jadi sorotan

Adapun sorotan publik dan kritik terhadap Bank Mandiri bermunculan setelah rekening milik Botok tidak dapat digunakan, sejak Jumat (21/8/2026).

Rekening tersebut digunakan untuk menampung donasi warga Pati yang akan menggelar aksi di depan Gedung DPR RI, pada Kamis (27/8/2026) hari ini. 

Polemik itu juga memicu serbuan komentar warganet di akun media sosial resmi Bank Mandiri.

Sejumlah warganet yang mengaku sebagai nasabah bahkan berencana menarik uang dan memindahkannya ke bank lain.

Banyak pula komentar dari warganet yang mendukung para nasabah menarik uang mereka dari Bank Mandiri, sambil melontarkan kritiknya. 

Warga Pati yang tergabung dalam AMPB bersama masyarakat dari pelbagai daerah dan juga driver ojek online (ojol) menggelar demo besar-besaran di DPR RI, Kamis hari ini.

Demo mengusung tuntutan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset dan mendorong hukuman mati pada koruptor. 

Berkait demo itu, Polda Metro Jaya memperkirakan massa aksi yang akan berdemo di Jakarta, pada Kamis hari ini, berjumlah lebih kurang 500 orang.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, konsentrasi massa aksi diperkirakan terpusat di Gedung DPR/MPR RI. 

“Kalau kita berbicara estimasi sejauh ini masih sekitar 500 massa aksi. (Terpusat) Di DPR,” kata Budi saat ditemui di Gedung DPR RI, Rabu. 

Sejauh ini, lanjut Budi, polisi telah menyiapkan pengamanan bersama Kodam Jaya dan Pemprov DKI Jakarta.

Pengamanan tersebut mencakup sejumlah titik, termasuk kawasan DPR dan sekitar Bundaran Hotel Indonesia (HI) menuju Istana. (Kompas.com/Tribunnews) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.