Tabungan 26 Tahun Ludes Dilalap Api, Warga Desa Adat Sade NTT, Berharap Uang Gosong Bisa Ditukar BI
Sinta Darmastri August 27, 2026 08:03 AM

 

TRIBUNSTYLE.COM - Sebuah peristiwa memilukan terjadi di Desa Adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pada Sabtu (22/8/2026). Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman warga dan menghanguskan sejumlah rumah beserta harta benda di dalamnya.

Di antara kerugian yang dialami warga, terdapat kisah menyayat hati dari keluarga Marwan. Tabungan sekitar Rp100 juta milik ayahnya ikut terbakar dalam musibah tersebut. Uang yang dikumpulkan selama puluhan tahun itu merupakan hasil kerja keras sang ayah yang kini telah berusia 70 tahun.

Dikumpulkan Sejak Tahun 2000

Menurut kesaksian Marwan, uang tersebut bukanlah tabungan yang terkumpul dalam waktu singkat. Sang ayah mulai menyisihkan penghasilannya sejak tahun 2000. Selain bekerja sebagai penjahit, ia juga mendapatkan penghasilan dari pekerjaannya sebagai penabuh gendang belek.

Karena tidak terbiasa menggunakan jasa perbankan, sang ayah memilih menyimpan uang hasil jerih payahnya di rumah. Uang tersebut dimasukkan ke dalam celengan berbentuk kotak kayu yang diletakkan di samping lemari.

Selama bertahun-tahun, uang itu terus dikumpulkan sedikit demi sedikit. Tabungan tersebut menjadi bukti perjuangan sang ayah dalam mempersiapkan masa tua sekaligus mengantisipasi kebutuhan keluarga di kemudian hari.

Baca juga: Mengenal Desa Adat Sade di NTB, Warisan Budaya Suku Sasak yang Ikonik dan Kini Dilanda Kebakaran

Sebagian Besar Tabungan Hangus

Namun, kebakaran yang melanda Desa Adat Sade membuat tabungan tersebut nyaris tidak tersisa. Api yang membakar rumah dengan cepat menghanguskan berbagai barang di dalamnya, termasuk celengan kayu tempat uang disimpan.

Setelah api berhasil dipadamkan, Marwan hanya menemukan sekitar Rp5 juta yang masih dalam kondisi relatif utuh. Sementara sebagian besar uang lainnya hangus terbakar atau mengalami kerusakan parah, dengan bagian tepi uang tampak gosong akibat terkena panas dan api.

Uang yang berhasil diselamatkan tersebut kini disimpan Marwan di dalam kantong plastik. Kondisinya yang rusak membuat keluarga berharap masih ada kemungkinan uang tersebut dapat ditukarkan.

Berharap Bisa Ditukarkan di Bank Indonesia

Marwan berencana membawa uang yang rusak akibat kebakaran tersebut ke Bank Indonesia. Ia berharap uang yang masih dapat dikenali dan memenuhi ketentuan dapat ditukarkan dengan uang Rupiah yang baru.

Langkah tersebut menjadi harapan bagi keluarga untuk menyelamatkan sebagian dari tabungan yang telah dikumpulkan sang ayah selama puluhan tahun. Bagi keluarga Marwan, uang tersebut bukan sekadar lembaran Rupiah, melainkan hasil kerja keras dan pengorbanan yang dikumpulkan sedikit demi sedikit selama bertahun-tahun.

Baca juga: Kronologi Kebakaran Hebat Melanda Desa Adat Sade Lombok NTB, Lebih dari 100 Rumah Terdampak

Disiapkan untuk Hari Tua

Tabungan sekitar Rp100 juta itu sebenarnya disiapkan sang ayah untuk kebutuhan hari tua. Selain itu, uang tersebut juga dimaksudkan sebagai dana darurat apabila suatu saat ia sakit atau meninggal dunia.

Dengan adanya tabungan tersebut, sang ayah berharap kebutuhan keluarga nantinya dapat terpenuhi tanpa harus membebani anak-anaknya. Karena itu, kehilangan sebagian besar tabungan akibat kebakaran menjadi pukulan berat bagi keluarga.

Musibah di Desa Adat Sade tersebut tidak hanya menghilangkan tempat tinggal dan barang-barang milik warga, tetapi juga memusnahkan hasil jerih payah yang dikumpulkan selama bertahun-tahun. Kisah Marwan dan keluarganya menjadi gambaran betapa beratnya dampak kebakaran bagi warga yang kehilangan harta benda sekaligus tabungan hasil kerja keras sepanjang hidup. (TribunStyle.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.