Yomif Kejelcha, pelari dari Ethiopia memecahkan rekor dunia lari Half Marathon dengan catatan waktu 56 menit dan 51 detik di Media Maratón Ciudad de Buenos Aires. Ini berarti, Kejelcha kurang lebih berlari dengan pace 2:42/km.
Dikutip dari ABC, Kejelcha memangkas 29 detik dari rekor sebelumnya yaitu 57:20, yang dicetak oleh Jacob Kiplimo dari Uganda di Lisbon pada bulan Maret.
"Aku sangat senang dan saat ini aku tidak merasa lelah sama sekali. Perjalanan dari Ethiopia terlalu panjang dan aku merasa lelah di hari-hari pertama di sini, tetapi kemudian aku merasa lebih baik dan hari ini aku sangat bersemangat," kata Kejelcha kepada World Athletics.
"Awalnya saya berencana untuk berlari dengan hati-hati di tahap awal, tetapi saya merasa baik dan memutuskan untuk mengerahkan seluruh kemampuan saya."
Cara Ethiopia Menciptakan 'Monster' Lari
Kejelcha merupakan salah satu produk dari metode latihan khusus yang dilakukan oleh Ethiopia.
Dalam penelitian berjudul 'Effects of training modalities on physiology, hematology, and performance in elite Ethiopian distance male athletes' yang terbit tahun 2026 ditemukan bahwa para pelari elit putra nomor 3.000-10.000 meter memiliki pola latihan khusus. Mereka menjalani tiga blok latihan masing-masing enam minggu:
- Endurance training
- Strength training
- Speed training
Hasilnya menarik: latihan endurance meningkatkan estimasi VO2 Max rata-rata 6,2 ml/kg/menit, sementara latihan kekuatan meningkatkan running economy dengan menurunkan kebutuhan oksigen saat berlari sekitar 4,2 persen. Latihan kecepatan juga memperbaiki running economy dan kecepatan 400 meter.
Dengan demikian, bisa dijelaskan bahwa kemampuan berlari Half Marathon atau 21,1 km dengan pace sekitar 2:42/km bukan cuma soal paru-paru kuat. Ada kombinasi kapasitas aerobik, kekuatan otot, kecepatan, dan efisiensi gerakan.





