Oleh: Pastor John Lewar SVD
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik Kamis 27 Agustus 2026.
Tema renungan Katolik "jangan pernah lelah menjaga iman dan kasih".
Renungan Katolik disiapkan untuk perayaan wajib Santa Monika, Janda: teladan doa dan iman dengan warna liturgi putih.
Bacaan hari Kamis: 1Kor 1:1-9; Mzm 145:2-3.4-5.6-7; Mat 24:42-51 dan BcO 1Tim 2:1-15.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 27 Agustus 2026, Setia Menantikan Tuhan
Di dalam Kristus kalian telah menjadi kaya dalam segala hal. Dari Paulus yang oleh kehendak Allah dipanggil menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Sostenes, saudara kita, kepada jemaat Allah di Korintus, yaitu mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi orang kudus, serta kepada saudara sekalian di mana pun, yang berseru kepada nama Yesus Kristus, Tuhan mereka dan Tuhan kita.
Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kalian. Aku senantiasa mengucap syukur kepada Allahku karena kalian, atas kasih karunia Allah yang dianugerahkan-Nya kepada kalian dalam Kristus Yesus.
Sebab di dalam Kristus kalian telah menjadi kaya dalam segala hal: dalam segala macam perkataan dan pengetahuan, sesuai dengan kesaksian tentang Kristus yang telah diteguhkan di antara kalian, sehingga kalian tidak kekurangan sesuatu karunia pun sementara kalian menantikan penampakan Tuhan kita Yesus Kristus.
Dia juga akan meneguhkan kalian sampai kesudahannya, sehingga kalian tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus. Sebab setialah Allah yang telah memanggil kalian kepada persekutuan dengan Putera-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan: Mzm. 145:2-3,4-5,6-7
Ref. Aku hendak memuji nama-Mu selama-lamanya, ya Allah Rajaku.
Setiap hari aku hendak memuji Engkau, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya. Besarlah Tuhan, dan sangat terpuji; kebesaran-Nya tidak terselami.
Kekuatan karya-karya-Mu yang dahsyat akan dimaklumkan, dan kebesaran-Mu hendak kuceritakan. Kenangan akan besarnya kebaikan-Mu akan dimasyhurkan, orang akan bersorak-sorai tentang keadilan-Mu.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya.
Berjaga-jaga dan bersiap-siaplah, sebab kalian tidak tahu bilamana Anak Manusia datang.
Bacaan Injil: Matius 24:42-51
Hendaklah kalian selalu siap siaga.
Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Berjaga-jagalah, sebab kalian tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pencuri datang waktu malam, pastilah ia berjaga-jaga dan tidak membiarkan rumahnya dibongkar.
Sebab itu hendaklah kalian selalu siap siaga, sebab Anak Manusia datang pada saat yang tidak kalian duga. Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberi makan kepada mereka pada waktunya?
Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya sedang melakukan tugasnya itu, ketika tuannya datang. Aku berkata kepadamu: Sungguh, tuan itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya.
Akan tetapi jika hamba itu jahat, dan berkata dalam hatinya, ‘Tuanku tidak datang-datang’, lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum bersama para pemabuk, maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak ia sangka, dan pada saat yang tidak ia ketahui.
Maka hamba itu akan dibunuhnya dan dibuatnya senasib dengan orang-orang munafik. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertak gigi.”
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik
JANGAN PERNAH LELAH MENJAGA IMAN DAN KASIH
Ada sebuah kenyataan yang sering kita jumpai sekarang: orang mudah menyerah ketika kebaikan
yang dilakukan tidak segera menghasilkan perubahan. Orang tua berusaha mendidik anak, tetapi
anak belum berubah. Suami atau istri berusaha membangun keluarga, tetapi masalah datang silih
berganti. Kita berdoa, tetapi jawaban Tuhan seakan-akan belum terlihat. Dalam situasi seperti ini,
Gereja hari ini menghadirkan sosok Santa Monika, seorang ibu yang mengajarkan kepada kita
arti kesetiaan yang tidak mudah menyerah. Santa Monika tidak melihat perubahan dalam diri
putranya, Agustinus, dalam waktu singkat. Ia melewati perjalanan panjang dengan doa,
kesabaran, air mata, dan harapan. Namun ia tidak berhenti mencintai dan tidak berhenti
membawa keluarganya kepada Tuhan. Ketekunan Monika akhirnya menjadi bagian penting
dalam perjalanan pertobatan Agustinus. Kehidupannya menjadi kesaksian bahwa doa yang setia
tidak pernah sia-sia.
Pertama, Kita telah diperkaya oleh Tuhan. Dalam suratnya kepada jemaat di Korintus, Paulus
mengawali surat dengan ucapan syukur. Ia menyadari bahwa jemaat telah menerima banyak
rahmat dan karunia dari Allah. Ini penting bagi kita di tengah kehidupan sekarang. Kita sering
lebih cepat melihat kekurangan daripada berkat. Kita sibuk menghitung apa yang belum kita
miliki, tetapi lupa mensyukuri apa yang sudah Tuhan berikan. Setiap keluarga memiliki
pergumulannya. Setiap orang memiliki kelemahannya. Tetapi di balik semuanya itu, Tuhan tetap
memberikan rahmat, kesempatan, orang-orang yang mencintai kita, kemampuan untuk bekerja,
kesempatan untuk memperbaiki diri, dan terutama kehadiran-Nya dalam hidup kita. Karena itu,
jangan biarkan masalah membuat kita lupa bersyukur.
Kedua, Berjaga-jaga berarti setia setiap hari. Yesus berkata: “Berjaga-jagalah, sebab kamu tidak
tahu pada hari mana Tuhanmu datang.” Berjaga-jaga bukan berarti hidup dalam ketakutan.
Berjaga-jaga berarti menjalani hidup dengan penuh tanggung jawab karena kita sadar bahwa
hidup ini adalah anugerah Tuhan. Menjadi orang tua berarti setia mendampingi anak. Menjadi
anak berarti belajar menghormati dan membahagiakan orang tua. Menjadi suami atau istri berarti
tetap membangun kasih meskipun ada perbedaan. Menjadi anggota masyarakat berarti tidak
hanya memikirkan kepentingan diri sendiri.Menjadi orang beriman berarti tetap melakukan
kebaikan sekalipun tidak selalu dihargai. Inilah semangat yang kita temukan dalam diri Santa Monika: setia ketika hasil belum terlihat.
Ketiga, Jangan menyerah terhadap keluarga dan generasi muda. Situasi zaman sekarang
memberikan tantangan besar bagi keluarga. Anak-anak dan kaum muda hidup di tengah arus
informasi yang sangat cepat. Nilai-nilai dapat berubah dengan mudah. Apa yang salah bisa
dianggap biasa, dan apa yang benar kadang dianggap tidak menarik. Karena itu, keluarga tidak
boleh menyerah. Jangan hanya berkata, “Anak zaman sekarang memang sulit.” Sebaliknya, mari
bertanya: “Apa yang dapat saya lakukan agar anak-anak kita tetap mengenal Tuhan, mencintai kebaikan, dan mempunyai hati yang peduli?” Santa Monika mengajarkan bahwa pendampingan
iman membutuhkan kesabaran dan ketekunan. Kadang kita tidak melihat hasilnya hari ini. Tetapi
kebaikan yang ditanam dengan kasih dapat bertumbuh pada waktunya.
Keempat, Iman harus menjadi tindakan nyata. Mazmur mengajak kita untuk terus-menerus
memuji dan mewartakan kebaikan Tuhan. Artinya, iman tidak cukup hanya berada dalam kata
kata. Di tengah masyarakat yang mudah marah, jadilah orang yang membawa damai. Di tengah
budaya saling menyalahkan, jadilah orang yang mau memahami. Di tengah orang yang mudah
menyerah, jadilah pribadi yang memberi harapan. Di tengah keluarga yang mulai renggang,
jadilah orang pertama yang berani membangun kembali komunikasi dan kasih. Inilah bentuk
berjaga-jaga yang konkret.
Pesan Santa Monika bagi kita.
Santa Monika seakan berkata kepada kita: Jangan cepat menyerah terhadap orang yang sedang
berjuang. Jangan berhenti mendoakan keluarga. Jangan lelah menanam kebaikan. Jangan
kehilangan harapan ketika perubahan belum terlihat. Tuhan bekerja dengan cara dan waktu-Nya
sendiri. Yang diminta Tuhan dari kita bukan selalu keberhasilan yang langsung terlihat,
melainkan kesetiaan untuk terus melakukan yang baik.
Pertanyaan untuk direnungkan. Siapakah dalam keluarga saya yang sedang membutuhkan lebih
banyak doa, kesabaran, perhatian, dan kasih daripada penghakiman? Mungkin hari ini Tuhan
mengundang kita untuk menjadi seperti Santa Monika: tidak menyerah, tidak berhenti berharap,
dan tidak pernah lelah membawa orang-orang yang kita cintai kepada Tuhan.
Saudari-saudaraku terkasih,
Santa Monika mengingatkan kita bahwa perubahan besar sering dimulai dari kesetiaan kecil yang
dilakukan terus-menerus. Mari kita berjaga-jaga bukan dengan kecemasan, tetapi dengan kasih.
Mari kita menunggu Tuhan bukan dengan pasif, tetapi dengan terus berbuat baik. Jangan pernah
lelah berdoa. Jangan pernah lelah mencintai. Jangan pernah lelah berbuat baik. Dan jangan
pernah menyerah pada harapan. Sebab Allah yang kita imani adalah Allah yang setia. Allah yang
telah memanggil kita kepada persekutuan dengan Putra-Nya akan tetap menyertai kita sampai
akhir. Santa Monika, doakanlah keluarga-keluarga kita agar tetap teguh dalam iman, sabar dalam
menghadapi pergumulan, dan setia menanamkan kasih serta kebaikan kepada generasi
berikutnya.
Doa Penutup:
Ya Allah kami bersyukur atas teladan St. Monika yang setia dan tidak pernah menyerah dalam
doa. Kuatkanlah keluarga kami agar teguh dalam iman dan kasih. Beri kami kesabaran
mendampingi anak-anak dan orang-orang yang kami cintai. Ajarlah kami untuk tetap berbuat
baik, meski hasilnya belum tampak. Santa Monika, doakanlah keluarga kami. Tuhan Yesus,
Engkau setia menyertai kami sampai akhir...Amin. (kgg).