Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Arnold Welianto
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Gunung Lewotobi Laki-laki erupsi dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 2.500 meter di atas puncak (± 4.084 m di atas permukaan laut), Kamis 27 Agustus 2026 sekira pukul 08:30 Wita.
Petugas Pos Pengamatan mencatat, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat daya dan barat.
Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 47.3 mm dan durasi ± 2 menit 5 detik.
Erupsi disertai dentuman ini membuat sejumlah warga di wilayah Kecamatan Wulanggitang Kabupaten Flores Timur dan Kecamatan Talibura, Kabupaten sempat panik dan keluar rumah.
Baca juga: Data per 8 Agustus 2026: 130 Penerbangan dari Bandara Maumere di 3 Rute Batal akibat Erupsi Lewotobi
Maria, warga Desa Kringa, Kecamatan Talibura menyebutkan dentuman keras menyebabkan warga panik dan mengira terjadi gempa sehingga berhamburan keluar rumah.
"Kami panik keluar rumah, pikir gempa, karena dentuman keras,"kata Maria.
Saat ini, Gunung Lewotobi Laki-laki berada pada Status Level Tiga atau Siaga dengan rekomendasi masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 5 Km dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.
PVMBG menghimbau kepada masyarakat agar tenang dan mengikuti arahan Pemda serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya.
Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi terutama daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng jaya, Boru, Nawakote.(awk)