Tribunlampung.co.id, Lampung Timur - Berbagai upaya pemadaman karhutla telah dilakukan di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, mulai dari pengerahan personel hingga pemanfaatan teknologi pemantauan dan pemadaman.
Baca juga: Kronologi Kebakaran Lahan di Pantai Ketang Kalianda, Api Dikendalikan 22 Menit
Namun, titik api baru kembali terdeteksi di kawasan tersebut pada Rabu (26/8/2026) siang.
Titik api tersebut ditemukan di wilayah kerja Resort Rantau Jaya, tepatnya pada grid kerja 25N.
Lokasinya berada jauh di dalam kawasan taman nasional sehingga penanganannya membutuhkan dukungan personel dan sarana khusus.
Kepala Balai TNWK, MHD Zaidi, mengatakan personel langsung diarahkan menuju lokasi setelah titik api diketahui.
Upaya pemadaman juga disiapkan melalui jalur udara untuk mengantisipasi penyebaran api.
"Ada titik api baru di wilayah kerja Resort Rantau Jaya, grid kerja 25N. Saat ini personel sudah menuju lokasi dan dilakukan upaya pemadaman, juga direncanakan menggunakan water bombing," ujar Zaidi saat dikonfirmasi, Rabu (26/8/2026).
Balai TNWK belum dapat memastikan luas kawasan yang terdampak maupun penyebab munculnya api di lokasi tersebut.
Penamaan lokasi menggunakan acuan grid kerja dan resort karena titik kebakaran berada di bagian dalam kawasan TNWK, bukan di sekitar permukiman desa.
Sebelumnya, penanganan karhutla di TNWK telah diperkuat melalui pengerahan Tim Alfa TNI yang memiliki personel berkemampuan lintas udara.
Tim tersebut digunakan untuk menjangkau titik-titik kritis yang sulit diakses melalui jalur darat dengan dukungan pemetaan drone surveillance.
Selain operasi darat, helikopter water bombing yang ditempatkan dari Sumatera Selatan juga disiapkan untuk mendukung pemadaman dari udara. Sumber air terdekat dari lokasi kebakaran digunakan untuk menunjang operasi tersebut.
Balai TNWK turut menggunakan drone termal untuk mendeteksi dan memantau titik panas (hotspot), serta drone penyemprot untuk menjangkau area yang memiliki risiko kebakaran tinggi.
Menurut Zaidi, kemunculan titik api baru menjadi indikasi bahwa ancaman karhutla di kawasan TNWK masih perlu diwaspadai meski berbagai sumber daya telah dikerahkan.
"Petugas di lapangan terus melakukan pemantauan ketat dan pemadaman intensif guna mencegah api meluas ke area konservasi lainnya," tutup Zaidi.
(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/Fajar Ihwani Sidiq)