TRIBUNMANADO.CO.ID - Renungan harian keluarga kristen Kamis 27 Agustus 2026.
Pembacaan alkitab terdapat pada Yosua 24:19-24.
24:19 Tetapi Yosua berkata kepada bangsa itu: "Tidaklah kamu sanggup beribadah kepada TUHAN, sebab Dialah Allah yang kudus, Dialah Allah yang cemburu. Ia tidak akan mengampuni kesalahan dan dosamu.
24:20 Apabila kamu meninggalkan TUHAN dan beribadah kepada allah asing, maka Ia akan berbalik dari padamu dan melakukan yang tidak baik kepada kamu serta membinasakan kamu, setelah Ia melakukan yang baik kepada kamu dahulu."
24:21 Tetapi bangsa itu berkata kepada Yosua: "Tidak, hanya kepada TUHAN saja kami akan beribadah."
24:22 Kemudian berkatalah Yosua kepada bangsa itu: "Kamulah saksi terhadap kamu sendiri, bahwa kamu telah memilih TUHAN untuk beribadah kepada-Nya." Jawab mereka: "Kamilah saksi!"
24:23 Ia berkata: "Maka sekarang, jauhkanlah allah asing yang ada di tengah-tengah kamu dan condongkanlah hatimu kepada TUHAN, Allah Israel."
24:24 Lalu jawab bangsa itu kepada Yosua: "Kepada TUHAN, Allah kita, kami akan beribadah, dan firman-Nya akan kami dengarkan."
Tema perenungan adalah Tuhan Allah Kudus Menghendaki Hidup Kudus.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Semua manusia tidak menghendaki penderitaan.
Semua usaha manusia bertujuan agar hidup tidak susah, senang dan bahagia.
Namun dalam kenyataan hidup, tidak semua usaha dengan mudah mendapat hasil yang menyenangkan.
Apalagi bagi kita sebagai orang Kristen.
Sering kali ada tawaran yang menguntungkan, tetapi caranya tidak etis;
merugikan dan menyakitkan orang lain.
Kita diperhadapkan dengan pilihan yang sulit.
Apakah menempuh jalan yang tidak etis untuk meraih sukses atau
rela berkorban untuk mempertahankan integritas iman?
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Firman Tuhan Allah hari ini mengingatkan kita, keluarga Kristen melalui Yosua
bahwa mengikuti Tuhan Allah bukanlah perkara yang ringan.
Sebab Tuhan Allah itu kudus.
Ia juga cemburu, artinya Ia tidak rela kasih umat-Nya terbagi kepada ilah-ilah lain.
Kasih karunia-Nya bukan alasan untuk hidup sembarangan.
Kasih karunia-Nya justru mendorong kita, sebagai keluarga Kristen,
hidup semakin menghormati Tuhan Allah.
Karena itu pertobatan bukan sekadar ucapan, tetapi perubahan hidup yang nyata.
Orang yang sungguh mengasihi Tuhan Allah akan terus meninggalkan dosa dan belajar hidup kudus,
walaupun jalan hidup tidak selalu mudah.
Adakah kebiasaan dosa yang menyenangkan masih dipelihara sehingga menghalangi hubungan kita dengan Tuhan Allah?
Hidup kudus adalah menjauhi dosa tidaklah mudah.
Tetapi, percayalah Roh Kudus akan selalu menolong dan menguatkan kita. Amin.
Sumber: RHK GMIM