Update Demonstrasi 27 Agustus di DPR Hari Ini, Polisi Tutup Jalan dan Daftar Tuntutan Demonstran
Adrianus Adhi August 27, 2026 09:32 AM

SURYA.co.id, JAKARTA — Menjelang aksi demonstrasi besar pada Kamis, 27 Agustus 2026, aparat kepolisian melakukan penyekatan dan penutupan akses Jalan Gatot Subroto di sekitar Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat.

Sejak pukul 05.00 WIB, arus kendaraan dari arah Gelora Bung Karno (GBK) dan Semanggi dialihkan untuk mengantisipasi kepadatan massa aksi dari berbagai kelompok masyarakat yang akan menyuarakan tuntutan politik dan sosial.

Dikutip dari Tribun Jakarta, Berdasarkan pantauan di lokasi, barrier oranye dan bambu dipasang melintang di sepanjang Jalan Gatot Subroto dari area Mal Senayan Park hingga depan Gedung DPR RI. Puluhan anggota kepolisian berjaga di bawah flyover Ladokgi dekat GBK untuk mengatur arus kendaraan.

Kendaraan dari arah Gatot Subroto menuju Letjen S. Parman dialihkan ke Jalan Gerbang Pemuda, sementara pengendara dari arah GBK diarahkan memutar ke Patal Senayan atau Jalan Gelora.

Sejumlah motor ojek online dan bus pengangkut massa terlihat berjajar di depan Mal Senayan Park.

Masyarakat diimbau mencari jalur alternatif karena akses utama menuju DPR ditutup sementara.

Rekayasa Lalu Lintas Dishub DKI

Kepala Dishub DKI Jakarta Budi Awaluddin menyebut rekayasa lalu lintas dilakukan secara situasional menyesuaikan kondisi lapangan dan pergerakan massa.

“Masyarakat diharapkan mengikuti arahan petugas dan menggunakan jalur alternatif apabila terjadi pengalihan arus,” ujarnya kepada Tribun Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Baca juga: Info Agenda Surabaya Hari Ini 27 Agustus: Pameran GIIAS 2026, Bakesbangpol: Tak Ada Demonstrasi

Sebanyak 120 petugas Dishub disiagakan di titik-titik strategis, terbagi dalam dua shift: pagi (07.00–13.00 WIB) dan siang (13.00–19.00 WIB). Pengaturan lalu lintas dibagi menjadi tiga zona utama, yaitu:

  • Kawasan DPR/MPR RI Senayan
  • Jalur Senayan–Gatot Subroto–Sudirman
  • Kawasan Istana Negara

Jika terjadi kepadatan, arus kendaraan dari arah Cawang akan dialihkan ke Jalan Sudirman–Sisingamangaraja–Asia Afrika–Patal Senayan.

Di kawasan Istana, ruas yang berpotensi terdampak meliputi Thamrin, Sudirman, Medan Merdeka Barat, KH Wahid Hasyim, Kebon Sirih, dan Budi Kemuliaan.

Dishub juga menyiapkan 10 titik pengaturan dan 4 mobil derek di lokasi seperti FX Sudirman, Hotel Mulia, Pintu 10 GBK, dan bawah flyover Ladokgi untuk mengantisipasi gangguan lalu lintas.

 Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Firman Darmansyah menegaskan bahwa pengaturan arus dilakukan secara situasional. “Pengaturan maupun pengalihan arus akan dilakukan sesuai perkembangan di lapangan,” ujarnya.

Firman memastikan kondisi Jakarta masih aman dan kondusif menjelang aksi. “Untuk saat ini sampai besok Jakarta dalam kondisi aman dan kondusif, termasuk arus lalu lintas secara umum tetap berjalan normal,” katanya.

Ia mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi. “Pastikan kebenaran informasi sebelum membagikannya,” tambahnya.

Kelompok dan Tuntutan Aksi

Ada tiga kelompok masyarakat dipastikan menggelar aksi di depan Gedung DPR/MPR RI, yaitu:

  • Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM)
  • Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB)
  • Aliansi Masyarakat Depok Bersatu (AMDB)

Kelompok AMPB menuntut DPR segera mengesahkan RUU Perampasan Aset dan menerapkan hukuman mati bagi koruptor.

Baca juga: Ratusan Tukang Becak, Buruh Bangunan, Sopir akan ke Jakarta dari Bangkalan, Madura Dukung MBG

Sementara RMP4 dari Bangkalan, Jawa Timur yang dikabarkan akan ke Jakarta menyuarakan dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) Presiden Prabowo Subianto, dengan catatan evaluasi pelaksanaan batal terlaksana.

Kelompok GERAM mengusung tagar #MerebutKembaliIndonesia dan membawa 10 tuntutan, di antaranya:

  • Minta Prabowo-Gibran diadili

     

  • Hentikan KDMP dan MBG 

     

  • Tolak pajak yang membebani rakyat 

     

  • Pendidikan dan kesehatan gratis 

     

  • Harga kebutuhan pokok turun, upah buruh naik 

     

  • Bencana Sumatera dan NTT ditetapkan sebagai bencana nasional 

     

  • Hak pekerja rumah tangga dipenuhi 

     

  • Demiliterisasi dan pembangunan batalyon dihentikan 

     

  • Hentikan kriminalisasi aktivis 

     

  • Sita aset hasil korupsi 

Sementara AMDB dari Depok membawa tuntutan serupa dengan AMPB, termasuk penurunan harga kebutuhan pokok.

Titik dan Jalur Alternatif

Aksi dipusatkan di depan Gedung DPR/MPR RI, Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat. Polisi memprediksi kepadatan di sekitar gedung DPR dan mengimbau pengendara menghindari area tersebut.

Beberapa jalur alternatif yang disarankan:

  • Semanggi–Slipi–Tomang: lewat Sudirman–KH Mas Mansyur–Tomang Raya.
  • Slipi–Senayan: lewat Palmerah–Tentara Pelajar–Permata Hijau–Kebayoran Lama.
  • Jakarta Barat–Jakarta Selatan: lewat Tomang–Palmerah–Tentara Pelajar–Kebayoran Lama.
  • Blok M–Jakarta Pusat: lewat Gatot Subroto–MT Haryono–Cikini–Salemba atau Rasuna Said–Satrio–Casablanca–Menteng.

Rekayasa lalu lintas bersifat dinamis, tergantung situasi di lapangan. Masyarakat disarankan memantau informasi terbaru sebelum bepergian.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.