- Drone kamikaze Shahed buatan Iran kini menjadi salah satu senjata yang mengubah wajah peperangan modern.
Meski harganya relatif murah, drone ini mampu memberikan tekanan besar terhadap pertahanan negara-negara kuat.
Shahed telah digunakan dalam perang Ukraina dan konflik Timur Tengah dengan kemampuan yang terus berkembang.
Di balik perkembangan tersebut, China disebut berperan penting dalam memasok berbagai komponen vital untuk drone.
Komponen itu mencakup mesin, servomotor, giroskop, antena, modem, hingga kartu SIM.
Rantai pasok tersebut membantu Iran mempertahankan produksi drone meski menghadapi tekanan dan sanksi internasional.
Harga satu unit Shahed diperkirakan hanya sekitar 20 ribu dolar AS atau sekitar Rp350 juta.
Pada awal Juli, Rusia menggunakan varian baru Shahed bermesin turbojet dalam serangan ke ibu kota Ukraina, Kyiv.
Mesin tersebut membuat drone mampu melaju hingga sekitar 480 kilometer per jam, jauh lebih cepat dari sebelumnya.
Kecepatan itu membuat Shahed semakin sulit dicegat dan menambah tekanan terhadap pertahanan udara Ukraina.
Serangan tersebut juga melibatkan rudal balistik dan jelajah, hingga menewaskan sekitar 30 orang.
Pejabat Ukraina menyebut mesin turbojet berukuran kecil itu diproduksi perusahaan yang berbasis di Shenzhen, China.
Shahed terbaru juga disebut memiliki lebih banyak antena, modem, dan kartu SIM untuk mengoreksi jalur penerbangan.
Peneliti Ukraina mengatakan sebagian besar komponen tersebut kini semakin banyak berasal dari China.
Menariknya, Shahed awalnya masih menggunakan sejumlah komponen buatan Amerika Serikat dan negara-negara Eropa.
Komponen Barat itu kemudian dilaporkan dialihkan melalui jaringan perusahaan di China daratan dan Hong Kong.
Seiring waktu, teknologi buatan China mulai menggantikan sebagian komponen Barat dalam rantai produksi drone Iran.
Perkembangan ini menunjukkan bagaimana Iran memanfaatkan rantai pasok global untuk mempertahankan kemampuan militernya.
Kini, Shahed bukan lagi sekadar drone murah, tetapi senjata yang mampu menciptakan tekanan serius bagi AS dan sekutunya.