Malaysia Mau Bikin Program Tukar Tambah Motor Bekas, Anggaran Rp 4 Juta per Unit
GH News August 27, 2026 10:07 AM
Jakarta -

Kementerian Perhubungan Malaysia sedang mempertimbangkan program tukar tambah motor bekas ke motor baru dengan besaran subsidi RM1.000 (Rp 4,4 juta) per unitnya. Harapannya, kebijakan ini bisa menekan polusi yang dihasilkan motor-motor lama yang beredar di jalanan Malaysia.

Menteri Perhubungan Malaysia, Anthony Loke, mengatakan kementerian sedang mempertimbangkan proposal yang diajukan oleh Asosiasi Pedagang Sepeda Motor dan Skuter Malaysia (MMSDA). Anthony akan membahas hal ini dengan sekretaris jenderal kementerian minggu depan untuk melihat apakah dana kementerian yang ada bisa digunakan untuk mengimplementasikan rencana tersebut. Jika disetujui, rencana tersebut dapat diperkenalkan pada akhir tahun ini atau awal tahun depan.

Dia mengatakan bahwa pendanaan dapat berasal dari skema yang mirip dengan program hibah pendanaan untuk penggantian kendaraan lama yang diluncurkan bulan Januari, di mana pemerintah mengalokasikan RM10 juta (Rp 44 miliar) untuk mendorong sekitar 5.000 pemilik kendaraan mengganti kendaraan mereka yang berusia 20 tahun atau lebih dengan kendaraan lebih baru, lebih aman, dan lebih hemat energi dari produsen nasional Malaysia.

Dalam program tersebut, RM2.000 (Rp 8,8 juta) ditawarkan untuk setiap kendaraan yang memenuhi syarat. Program ini disebut sukses, dengan pendanaan habis dalam waktu tiga bulan.

"Meski pendanaan belum ditingkatkan, kami berharap dapat menerima lebih banyak pendanaan. Bagaimanapun, menanggapi usulan yang diajukan, kami mempertimbangkan untuk memperluas rencana tersebut ke sepeda motor," kata Anthony dikutip dari .

Anthony mengatakan bahwa karena jumlah sepeda motor di negara ini lebih banyak, subsidi per sepeda motor mungkin dapat ditetapkan lebih rendah, yakni sekitar RM1.000 atau setara Rp 4,4 juta.

Karena pendanaan untuk program bantuan tersebut bukan berasal dari dana tambahan dari Kementerian Keuangan, ia menambahkan bahwa program ini dapat memperoleh dananya dari pendapatan yang dihasilkan oleh Kementerian Transportasi melalui penjualan nomor registrasi kendaraan khusus, dengan pendapatan dari penjualan tersebut disalurkan kembali ke kementerian untuk program-program, termasuk inisiatif keselamatan jalan. "Rencana ini bisa menjadi salah satu opsinya," sambung dia.

Pada Maret, Anthony mengatakan kementerian bersedia menawarkan insentif buat mengurangi jumlah sepeda motor bekas, tapi inisiatif tersebut hanya bisa berjalan dengan partisipasi aktif dari produsen motor lokal. Syarat untuk program tersebut juga mengharuskan motor tersebut merupakan model rakitan lokal (CKD), karena bantuan hanya akan diberikan kepada perusahaan manufaktur lokal.

Luthfi Anshori
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.