TRIBUNSTYLE.COM - Dikutip Tribun Style dari AsiaOne pada Kamis 27 Agustus 2026. Sepasang suami istri di Ipoh, Perak, Malaysia, mengaku hidup dalam ketakutan setelah rumah mereka diduga menjadi sasaran ancaman rentenir. Mereka bahkan menghadapi ancaman pembakaran dan penyiraman cat akibat tunggakan pinjaman yang disebut telah mencapai RM15.000 (sekitar S$4.720).
Namun, utang tersebut bukan milik pasangan itu. Pinjaman tersebut diduga dibuat oleh putra mereka yang berusia 27 tahun dan kini dilaporkan menghilang.
Chai Yoke Chun, 56 tahun, mengatakan putranya meminjam RM1.000 pada 12 Agustus. Namun, ia hanya menerima RM600 karena sebagian uang dipotong.
Seiring waktu, jumlah yang harus dibayarkan disebut melonjak hingga RM15.000.
Karena tidak mampu melunasi jumlah tersebut, keluarga Chai mulai mendapatkan berbagai ancaman dari pihak yang diduga rentenir.
"Pada 19 Agustus, saya menerima pesan dari seorang pria yang memperkenalkan dirinya sebagai Adi dan mengklaim bahwa putra saya belum melunasi pinjaman," kata Chai, ibu tiga anak, kepada Utusan Malaysia.
Chai mengatakan dirinya telah menjelaskan bahwa ia tidak sanggup membayar utang tersebut dan putranya juga tidak tinggal bersama mereka.
Pada Jumat (21 Agustus) sekitar pukul 05.00, seorang pria terlihat berada di sekitar rumah keluarga Chai, menurut laporan Kosmo!.
Suami Chai yang berusia 65 tahun melihat pria tersebut dan menangis. Pria itu kemudian melarikan diri menggunakan sebuah kendaraan.
Keluarga tersebut juga menemukan noda cat merah di tanah serta kaca belakang mobil mereka. Dua kaleng cat merah turut ditemukan di sekitar lokasi.
Tak lama kemudian, Chai dan suaminya menerima telepon dari pria bernama Adi tersebut. Menurut pasangan itu, ia mengancam akan mengunci mereka di dalam rumah, menyiram halaman dengan cat, serta membakar rumah dan keluarga mereka apabila utang tidak dibayar.
Ancaman tersebut disampaikan Chai dan suaminya dalam sebuah konferensi pers, sebagaimana dilaporkan The Star.
Chai mengungkapkan bahwa kejadian ini bukan pertama kalinya putra bungsu mereka meminjam uang dari rentenir.
Sebelumnya, putra sulung mereka disebut telah melunasi utang sebesar RM7.000 yang dibuat oleh adiknya.
Menurut Kosmo!, putra bungsu Chai juga sudah tidak pulang ke rumah sejak Tahun Baru Imlek.
"Ketika saya meneleponnya dan menanyakan tentang pinjaman itu, dia hanya mengatakan bahwa dia tidak mampu membayarnya," ujar Chai.
Ia mengaku keluarganya sudah beberapa kali berusaha membantu putranya, tetapi bantuan tersebut tidak membuat keadaan berubah.
"Saya sudah tidak tahan lagi. Kami sudah membantunya sebelumnya, tetapi dia tidak mendengarkan," katanya, seperti dikutip The Star.
Karena khawatir dengan keselamatan mereka, pasangan tersebut kemudian membuat laporan polisi dan memasang kamera CCTV di rumah.
Putra sulung mereka juga pulang dari Singapura untuk membantu menjaga rumah pada malam hari. ( TribunStyle.com | Clairinne Athanafia )