Atasi Kekeringan, Pemkab Pasuruan Bangun 32 Tandon Permanen di 15 Desa
Haorrahman August 27, 2026 11:57 AM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Pasuruan – Pemerintah Kabupaten Pasuruan mengambil langkah cepat untuk membantu masyarakat menghadapi kekeringan.

Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang membangun 32 tandon air permanen di 15 desa yang tersebar di empat kecamatan.

Puluhan tandon tersebut mulai dimanfaatkan masyarakat sejak awal Agustus 2026.

Fasilitas itu disiapkan untuk memastikan kebutuhan air warga di wilayah terdampak kekeringan tetap terpenuhi.

Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan Eko Bagus Wicaksono mengatakan, 32 tandon dibangun di Kecamatan Lumbang, Winongan, Pasrepan dan Kejayan.

Baca juga: Kecelakaan di Beji Pasuruan, Ibu-Ibu Tercebur ke Sungai Usai Terserempet Truk

Pembangunan terbanyak berada di Kecamatan Lumbang dan Pasrepan.

Penempatan tersebut disesuaikan dengan kondisi lapangan dan jumlah desa yang mengalami dampak kekeringan.

“Kalau paling banyak di Lumbang dan Pasrepan, karena jumlah desa terdampak kekeringan dominan di dua wilayah tersebut,” kata Eko, sapaannya, Kamis (27/8/2026).

Masing-masing tandon memiliki kapasitas sekitar 5.100 liter.

Pembangunan dilakukan sebagai respons atas kondisi kekeringan yang membuat kebutuhan air bersih menjadi persoalan mendesak bagi sebagian masyarakat.

Menurut Eko, pembangunan tandon itu tindak lanjut arahan Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo agar penanganan kekeringan dilakukan cepat dan konkret.

“Karena ini sifatnya darurat dan sangat dibutuhkan, sesuai arahan beliau kami diminta membangun banyak tandon air. Inilah hasilnya, masyarakat sangat senang,” ujarnya.

Baca juga: Sosok Osvaldo Haay, Pemain Baru Persekabpas Pasuruan, Pernah Main di Persija Hingga Persebaya

Selain menyediakan tandon, Pemkab Pasuruan juga memastikan ketersediaan air di dalamnya.

Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan untuk pengisian air bersih.

BPBD mengerahkan armada tangki untuk mengisi tandon di desa-desa terdampak.

Pengisian dilakukan selama kondisi darurat kekeringan maupun berdasarkan kebutuhan dan permintaan masyarakat.

“Pengisian air menjadi tanggung jawab BPBD karena memiliki armada kendaraan yang dapat mengambil maupun mengisi air ke tandon yang sudah dibangun,” jelas Eko.

Untuk membangun 32 tandon tersebut, Pemkab Pasuruan mengalokasikan anggaran sekitar Rp 1,1 miliar dari APBD Kabupaten Pasuruan Tahun Anggaran 2026.

Eko berharap, fasilitas yang sudah dibangun tidak hanya dimanfaatkan selama musim kemarau, tetapi dapat dijaga dan digunakan dalam jangka panjang sesuai kebutuhan masyarakat.

Ia juga meminta warga penerima manfaat ikut merawat tandon agar kondisinya tetap baik.

“Silakan dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari, mulai memasak, minum, mandi sampai untuk ternak sapi, karena banyak warga di sini yang memelihara sapi,” katanya.

Baca juga: Kembali Terbakar, Jalur Pendakian Gunung Semeru Ditutup Total 

Bagi masyarakat di wilayah terdampak, keberadaan tandon permanen menjadi fasilitas penting untuk menjaga ketersediaan air.

Kepala Desa Watulumbung, Kecamatan Lumbang Achmad Ridwan menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Pasuruan atas pembangunan tandon tersebut.

Menurutnya, air merupakan kebutuhan utama warga, terutama ketika memasuki musim kemarau.

Karena bersifat permanen, tandon juga dinilai tetap memiliki manfaat ketika musim penghujan.

“Matur nuwun Mas Bupati Rusdi sudah memperhatikan kami, karena air itu sangat berharga bagi warga kami semua,” urainya.

Ia berharap fasilitas tersebut dapat dirawat bersama sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat saat kekeringan dan berdampak jangka panjang

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.