Momen Botok Koordinator AMPB Pati Menangis Terima Bantuan Driver Ojol, Jam Tangan hingga Uang
TRIBUNJATENG.COM - Rekening Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Mas Botok, sempat diblokir sejak Jumat (22/8/2026) pekan lalu, berdekatan dengan waktu keberangkatan Botok Cs ke Jakarta untuk mengikuti demo di DPR RI.
Kabar tersebut menjadi sortotan dan mengundang simpati dari berbagai kalangan.
Salah satunya seorang pengemudi ojek online (ojol) di Jakarta. Ia sampai menyerahkan jam tangan hingga uang di dalam dompet buat Botok.
Sebagai catatan, saat ini rekening Botok telah dibuka.
Baca juga: AMPB Siapkan Empat Bus untuk Demo ke Jakarta, Bawa Keranda Simbol Tuntutan Rampas Aset Koruptor
Kepastian pembukaan kembali rekening Botok muncul dalam konferensi pers Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman, bersama Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol Asep Edi Suheri, dan Direktur Utama (Dirut) Bank Mandiri, Riduan, di DPR, Rabu (26/8/2026).
Mereka memastikan rekening Botok diaktifkan kembali, pada Rabu kemarin.
Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, seorang driver ojol memberikan jam tangan pribadinya kepada Mas Botok.
Tak hanya itu, pengemudi tersebut juga memberikan sejumlah uang sebagai bentuk dukungan kepada koordinator massa asal Pati itu.
Aksi spontan tersebut dilakukan setelah sang driver mengetahui Mas Botok tengah menghadapi kesulitan karena rekeningnya tidak dapat digunakan.
Rekening tersebut disebut menampung dana donasi dan kebutuhan logistik massa dengan nilai sekitar Rp80,9 juta.
Mas Botok menjadi salah satu sosok yang terlihat dalam aksi massa di Jakarta.
Di tengah dinamika demonstrasi, kondisi rekening yang diblokir membuat dirinya kesulitan mengakses dana yang digunakan untuk berbagai kebutuhan aksi.
Perhatian dari driver ojol itu kemudian menjadi salah satu momen yang menyita perhatian.
Jam tangan yang diberikan bukan sekadar barang pribadi, tetapi menjadi simbol dukungan dan solidaritas di tengah situasi yang sedang dihadapi Mas Botok.
Video pemberian tersebut pun viral di media sosial.
Dalam rekaman itu, sang driver tampak memberikan jam tangan miliknya kepada Mas Botok.
Keduanya kemudian terlibat dalam percakapan singkat sebelum bantuan tersebut diterima.
Botok pun tak bisa menahan tangis harunya atas perhatian sang driver ojol.
Pemblokiran rekening Mas Botok sebelumnya dikaitkan dengan tindak lanjut permintaan aparat penegak hukum.
Bank Mandiri menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami nasabah dan menegaskan bahwa pemblokiran dilakukan sesuai prosedur berdasarkan permintaan aparat penegak hukum.
“Bank Mandiri memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan kepada nasabah terkait pemblokiran rekening,” demikian keterangan Bank Mandiri.
Bank Mandiri juga menjelaskan bahwa pemblokiran tersebut merupakan tindak lanjut atas permintaan aparat penegak hukum dan telah dilakukan sesuai prosedur.
Kondisi itu membuat dana yang disebut digunakan untuk kebutuhan donasi dan logistik massa tidak dapat diakses.
Nilainya mencapai sekitar Rp80,9 juta.
Di tengah persoalan tersebut, bantuan spontan dari driver ojol menjadi perhatian tersendiri.
Pemberian jam tangan pribadi dan uang itu memperlihatkan bentuk solidaritas antarmasyarakat yang muncul di tengah aksi demonstrasi.
Bagi Mas Botok, bantuan tersebut bukan hanya soal nilai materi.
Dukungan seorang driver ojol yang bahkan rela memberikan barang pribadinya menjadi bentuk perhatian ketika dirinya sedang menghadapi persoalan finansial akibat rekening yang diblokir.
Peristiwa itu sekaligus menambah warna dalam rangkaian aksi massa di Jakarta.
Di tengah ketegangan demonstrasi dan persoalan pemblokiran rekening, muncul aksi sederhana yang justru menyentuh perhatian publik.
Hingga kini, persoalan mengenai pemblokiran rekening dan dana sekitar Rp80,9 juta tersebut menjadi bagian dari polemik yang mendapat perhatian publik, sementara alasan dan proses hukum yang melatarbelakangi pemblokiran tetap mengacu pada keterangan serta kewenangan aparat penegak hukum. (*)
Sebagian tayang di Wartakota