TRIBUNSTYLE.COM - Dikutip Tribun Style dari AsiaOne pada Kamis 27 Agustus 2026. Dua wanita mengalami cedera setelah terlempar dari rakit tiup ketika menaiki seluncuran air di sebuah taman hiburan di Ayer Keroh, Melaka, Malaysia, pada Sabtu (22 Agustus).
Kepala Kepolisian Melaka Tengah, Asisten Komisaris Halim Abas, mengatakan insiden tersebut terjadi sekitar pukul 14.30. Salah satu korban mengalami gumpalan darah kecil di sisi kanan kepalanya, sementara korban lainnya didiagnosis mengalami gegar otak, seperti dilaporkan New Straits Times (NST) pada Selasa.
Berdasarkan penyelidikan awal, kedua wanita tersebut sedang menaiki rakit tiup berkapasitas dua orang ketika rakit yang mereka gunakan diduga menabrak sesuatu saat meluncur.
Menurut laporan The Star, kedua korban datang ke taman hiburan tersebut bersama anggota keluarga mereka.
Salah satu korban, Razita Abd Razak, 46 tahun, duduk di bagian depan rakit ketika kepalanya membentur sisi seluncuran.
Razita mengatakan kepada NST bahwa dirinya tidak mengingat kejadian setelah benturan tersebut.
Selain cedera di bawah dagu, ia mengalami sakit kepala, nyeri dada, serta luka pada lutut kanan.
Razita kemudian dibawa ke Rumah Sakit Melaka untuk mendapatkan perawatan. Pemeriksaan rontgen tidak menunjukkan adanya tulang yang patah. Namun, hasil CT scan menemukan gumpalan darah kecil di sisi kanan kepalanya.
Korban kedua, Norfazlin Badrol Hisham, 31 tahun, kehilangan kesadaran saat meluncur dan tidak dapat mengingat kejadian tersebut.
Halim mengatakan kepada The Star bahwa Norfazlin baru kembali sadar setelah mencapai bagian terbuka dari seluncuran.
Ia kemudian mendapatkan perawatan di sebuah rumah sakit swasta dan didiagnosis mengalami gegar otak. Pemeriksaan juga menunjukkan tidak ada cedera lain.
Polisi menemukan bahwa kedua wanita tersebut keluar dari seluncuran tanpa rakit dan tidak masuk ke kolam percikan yang telah disediakan. Keduanya kemudian ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Insiden tersebut diketahui oleh putri Razita, Nur Sabira Mustaza, 22 tahun, yang juga berada di taman hiburan bersama keluarganya. Ia kemudian membuat laporan polisi di Kantor Polisi Ayer Keroh pada Minggu pukul 11.05.
Halim mengatakan bahwa berdasarkan penyelidikan yang dilakukan, polisi tidak menemukan adanya unsur kriminal dalam insiden tersebut. (TribunStyle.com | Clairinne Athanafia )