Puncak GSMS 2026 di Pati, Menbud Fadli Zon Komitmen Perluas Akses Seni di Sekolah
muslimah August 27, 2026 11:55 AM

Puncak GSMS 2026 di Pati, Menbud Fadli Zon Komitmen Perluas Akses Seni di Sekolah

TRIBUNJATENG.COM, PATI — Kementerian Kebudayaan terus berkomitmen memperluas akses pembelajaran seni dan budaya bagi para peserta didik melalui program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) Tahun 2026.

Direktur Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan, Restu Gunawan, menyampaikan bahwa melalui program ini, para siswa tidak sekadar belajar teori, melainkan mendapatkan pengalaman langsung dalam berkesenian bersama seniman profesional.

"Melalui program ini, peserta didik tidak hanya mempelajari seni secara teori, tetapi juga memperoleh pengalaman berkesenian melalui proses belajar, berlatih, dan berkarya bersama para seniman," ujar Restu Gunawan saat memberikan sambutan dalam acara Gelar Karya GSMS 2026 di GOR Pesantenan Pati, Rabu malam (26/8/2026).

Restu menjelaskan, pelaksanaan GSMS 2026 merupakan wujud kolaborasi antarpemerintah dengan skema sharing cost yang melibatkan 25 pemerintah daerah. 

Di tingkat nasional, program ini menjangkau 216 sekolah yang terdiri atas 116 SD, 86 SMP, 4 SMA, 4 SMK, 5 SLB, dan 1 MTs, dengan dukungan dari 221 seniman serta 221 guru pendamping.

Proses pembelajaran mandiri ini berlangsung serentak sejak 15 Juli hingga 4 September 2026 dalam 15 kali pertemuan. 

Dalam skema ini, para seniman bertindak sebagai praktisi yang membagikan ilmu dan pengalaman kreatif, sedangkan guru pendamping memastikan kelancaran proses belajar mengajar di sekolah.

Sebagai puncak dari proses tersebut, diadakan rangkaian Gelar Karya di berbagai daerah pada 22 Agustus hingga 20 Oktober 2026. 

Kabupaten Pati menjadi salah satu daerah pembuka yang menggelar unjuk bakat tersebut pada 26–28 Agustus 2026, dengan menyajikan ragam cabang seni mulai dari Seni Pertunjukan (Ketoprak dan Teatrikal), Seni Media Baru (Film), Seni Sastra (Musikalisasi Puisi), Seni Suara, hingga Seni Rupa.

Lebih lanjut, Restu mengapresiasi keberagaman seni yang ditampilkan oleh para siswa di Pati. Menurutnya, panggung ini bukan hanya ajang mengasah bakat dan keberanian tampil anak-anak, melainkan bentuk apresiasi publik atas sinergi bersama.

"Melalui GSMS, Kementerian Kebudayaan mendorong terciptanya ruang pertemuan antara seniman dan generasi muda sekaligus memperkuat regenerasi di bidang seni dan budaya," tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi dan peran aktif pemerintah daerah demi menjaga keberlanjutan program ini, agar semakin banyak generasi muda Indonesia yang mendapat kesempatan untuk mengenal, mempelajari, dan mengaktualisasikan potensi seni serta budaya bangsa.

Sementara itu, Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan apresiasi sekaligus menyuarakan aspirasi terkait fasilitas pelestarian sejarah daerah. 

Ia mengungkapkan keprihatinannya karena Kabupaten Pati yang telah berusia 703 tahun hingga kini belum memiliki museum daerah. 

Akibatnya, banyak benda peninggalan bersejarah terpaksa dititipkan di luar daerah seperti Yogyakarta, Surakarta, Kudus, dan wilayah sekitarnya.

"Kami mohon Bapak bisa memfasilitasi kami mendirikan museum di Kabupaten Pati. Hal ini supaya generasi muda dan anak-anak di Pati lebih mengenal budaya, kesenian, dan terutama sejarah berdirinya Kabupaten Pati," kata Chandra.

Ia juga menegaskan pentingnya wadah ekspresi seni bagi generasi muda. 

Menurutnya, kesenian menjadi sarana efektif untuk menyatukan masyarakat, menciptakan suasana damai, serta mempererat tali persaudaraan. 

Anak-anak Pati, lanjut Chandra, memiliki potensi besar dalam berkesenian yang perlu terus didukung dan dikembangkan secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menegaskan bahwa perhelatan Gelar Karya GSMS ini bukan sekadar ajang pertunjukan seni semata, melainkan bukti nyata dari proses pewarisan budaya bangsa kepada generasi penerus.

"Di balik setiap karya yang tampil hari ini, ada proses belajar, latihan, kedisiplinan, kreativitas, keberanian, dan perjumpaan antara seniman dengan generasi muda," ujar Fadli Zon.

Dia menyampaikan bahwa Indonesia merupakan negara yang sangat kaya akan kebudayaan, mulai dari 718 bahasa daerah, tradisi lisan, adat istiadat, manuskrip, hingga beragam cabang seni pertunjukan dan musik. 

Oleh karena itu, melalui GSMS, pemerintah ingin memastikan kebudayaan hadir secara nyata di tengah proses pendidikan.

Ia pun berkomitmen bahwa Kementerian Kebudayaan akan terus melanjutkan dan memperluas cakupan program GSMS maupun program pengembangan kapasitas lainnya seperti Belajar Bersama Maestro (BBM). 

Selain itu, kementeriannya juga menyiapkan dukungan nyata melalui Dana Indonesiana yang disalurkan kepada individu, komunitas, padepokan, maupun sanggar seni.

"Ini adalah dalam rangka memajukan kebudayaan nasional kita. Kita mempunyai tanggung jawab bagaimana memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia, sesuai amanat Pasal 32 Ayat 1 UUD 1945," pungkasnya. (mzk)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.