Human investment tidak dapat dirasakan manfaatnya secepat membangun pabrik, kita butuh waktu lebih

Jakarta (ANTARA) - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menilai United Nations Children's Fund (UNICEF) sebagai instansi yang berperan penting dalam keberhasilan investasi jangka panjang pada anak.

“Investasi pada anak-anak bukan sekadar kebutuhan, tetapi merupakan keharusan. Oleh karena itu, banyak strategi dan program pemerintah Indonesia yang menyasar tidak hanya anak tetapi juga ibu,” ucapnya dalam pertemuan dengan Perwakilan UNICEF Indonesia Maniza Zaman, dari keterangan resmi di Jakarta, Kamis.

Tercatat, Pemerintah Indonesia bersama UNICEF menandatangani Basic Country Agreement (BCA) pada 1966, serta telah berkolaborasi sebanyak 13 siklus rencana aksi lima tahun melalui Country Programme Action Plan (CPAP). Implementasi rencana aksi ini meliputi bidang Gizi, Kesehatan, Sanitasi (WASH), pendidikan, perlindungan anak, hingga kebijakan sosial.

Pemerintah Indonesia sendiri telah menempatkan anak sebagai prioritas dalam berbagai program, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar anak dan ibu hamil serta peluncuran Kerangka Kerja Nasional terkait pencegahan kematian ibu dan anak.

Karena itu, Bappenas bersama UNICEF akan terus menjalin kerja sama di berbagai sektor untuk mendukung pencapaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) serta Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs), khususnya terkait hak anak.

Human investment tidak dapat dirasakan manfaatnya secepat membangun pabrik, kita butuh waktu lebih. Jika kita menyelesaikan permasalahan saat ini, maka manfaatnya akan dirasakan oleh generasi selanjutnya atau dua generasi berikutnya atau bahkan oleh generasi ke-3,” ungkap Kepala Bappenas.

Maniza Zaman turut memastikan dukungan teknis dan kerja sama dengan UNICEF. Hal ini mengingat terhitung mulai September 2026, kepemimpinan Maniza Zaman di UNICEF Indonesia akan dilanjutkan oleh Thomas Davin.

“Kemitraan strategis ini diharapkan terus berlanjut guna menghasilkan best practices yang dapat diadopsi menjadi kebijakan nasional,” kata dia.