PLN Indonesia Power berkomitmen mengambil peran strategis dalam mendukung percepatan program PLTS 100 GWp melalui pengembangan portofolio energi surya yang andal

Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama PT PLN Indonesia Power (PLN IP) Bernadus Sudarmanta mengatakan pihaknya siap mengambil peran aktif dalam rangka mendukung pemerintah mempercepat pengembangan energi bersih melalui program PLTS berkapasitas daya 100 gigawatt peak (GWp).

Menurut dia, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, pengembangan PLTS tidak hanya menjadi bagian dari penambahan kapasitas energi terbarukan, tetapi juga membutuhkan penguatan kapabilitas, inovasi teknologi, serta kolaborasi untuk memastikan energi bersih tersebut dapat dihadirkan secara andal dan memberikan nilai tambah bagi sistem ketenagalistrikan nasional.

"PLN Indonesia Power berkomitmen mengambil peran strategis dalam mendukung percepatan program PLTS 100 GWp melalui pengembangan portofolio energi surya yang andal, kompetitif, dan berkelanjutan," katanya.

Dengan pengalaman, kapabilitas, serta kolaborasi bersama mitra strategis, lanjut Bernadus, PLN IP siap mengoptimalkan potensi energi surya di berbagai wilayah Indonesia sekaligus memastikan pengembangannya memberikan nilai tambah bagi sistem ketenagalistrikan dan mendukung tercapainya ketahanan energi nasional.

Sejumlah proyek energi surya yang menjadi bagian dari portofolio energi terbarukan PLN IP, sekaligus mendukung upaya memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional di antaranya PLTS Terapung Gajah Mungkur berkapasitas 134,2 megawatt peak (MWp), PLTS Terapung Saguling 92 MWp, PLTS Pasuruan 132 MWp, serta PLTS Banyuwangi 132 MWp.

Melalui kolaborasi dengan mitra strategis, perusahaan terus mengembangkan potensi energi surya dengan mempertimbangkan kebutuhan sistem dan karakteristik wilayah.

Di Gilimanuk, Jembrana, Bali, pada Selasa (25/8/2026), Presiden Prabowo Subianto, yang didampingi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia serta jajaran terkait, meluncurkan dan meletakkan batu pertama pembangunan program PLTS 100 GWp sebagai langkah strategis dalam memperluas pemanfaatan energi surya sekaligus mempercepat transformasi menuju sistem energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Presiden Prabowo menegaskan pembangunan PLTS 100 GWp dalam tiga tahun menjadi langkah strategis untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan energi Indonesia, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi impor.

"Program PLTS berkapasitas 100 GWp merupakan langkah besar untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan energi Indonesia. Target ini akan kita bangun dalam waktu sekitar tiga tahun dengan memanfaatkan potensi energi terbarukan dalam negeri, termasuk tenaga surya dan panas bumi. Kita ingin membuktikan bahwa Indonesia mampu memenuhi kebutuhan energinya sendiri, mengurangi ketergantungan pada energi impor, serta mengelola seluruh sumber daya energi secara efektif dan berpihak pada kepentingan rakyat," ujar Prabowo.

Sementara, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa percepatan program PLTS 100 GW dalam tiga tahun menjadi langkah untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap energi impor.

"Hari ini kita mempercepat implementasi program PLTS 100 GW. Total investasinya sekitar 73 miliar dolar AS atau Rp1.120 triliun, yang berpotensi menciptakan sekitar 5,52 juta lapangan kerja dan menurunkan emisi hingga 120 juta ton CO2 per tahun. Program ini akan kita laksanakan secara masif dalam tiga tahun, sekaligus mendorong penggunaan energi nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM," tuturnya.

Bernadus menambahkan keterlibatan perusahaan dalam program PLTS 100 GWp semakin memperkuat peran perusahaan dalam mendukung transformasi energi nasional.

Dengan pengalaman, kapabilitas, dan kolaborasi yang terus diperkuat, PLN Indonesia Power berkomitmen menghadirkan solusi energi yang andal, berkelanjutan, serta memberikan nilai tambah bagi kinerja PLN dan pembangunan nasional.