Enam Jam Terakhir, Gunung Merapi Luncurkan Lava Pijar Satu Kali ke Kali Krasak
Hari Susmayanti August 27, 2026 11:14 AM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi meluncurkan guguran lava pijar sebanyak satu kali ke arah Kali Krasak selama periode pengamatan mulai pukul 00.00-06.00 WIB pada Kamis (27/8/2026) hari ini.

Guguran lava pijar meluncur sejauh 1800 meter dari puncak.

" Teramati 1 kali guguran lava ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1800 meter,"tulis dalam laporan harian yang diunggah di laman magme.esdm.go.id.

Pada periode yang sama, tercatat ada15 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-28 mm dan lama gempa 63.12-194.24 detik.

 Kemudian 25 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-25 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 8.89-32.8 detik.

 Serta 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 3 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 63.56 detik.

Secara visual, puncak gunung terlihat jelas. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 50 meter dari puncak.

Cuaca cerah hingga berawan, angin tenang ke arah barat.
 
Suhu udara sekitar 15.1-18°C. Kelembaban 95.3-98 persen. Tekanan udara 876.8-920 mmHg.

Hingga saat ini Gunung Merapi masih berstatus Level 3 atau siaga.

BPPTKG merekomendasikan sejumlah hal kepada warga yang melakukan aktivitas di lereng Merapi.

Baca juga: Asa LEH Artspace Tembi, Cuma Ingin Sediakan Ruang Seni yang Masuk Akal

Rekomendasi tersebut di antaranya :

 1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya

3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran [ APG] terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi.

5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.