Jembatan Gantung di Pekon Bumi Arum Pringsewu Kini Sudah Aman Digunakan Masyarakat
Reny Fitriani August 27, 2026 11:19 AM

Tribunlampung.co.id, Pringsewu - Belum genap dua hari sejak perbaikan dimulai, jembatan gantung di Pekon Bumi Arum, Kecamatan Prinhsewu yang sebelumnya mengalami kerusakan di sejumlah bagian kini kembali kokoh dan aman digunakan masyarakat.

Baca Juga: Kapolres Pringsewu Cek Jembatan Gantung di Pekon Bumi Arum yang Mulai Alami Kerusakan

Perbaikan dilakukan setelah Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra turun langsung mengecek kondisi jembatan sekaligus mendengar keluhan warga.

Jembatan tersebut merupakan akses penting yang menghubungkan Kecamatan Pringsewu dan Kecamatan Sukoharjo.

Sejumlah bagian jembatan menjadi sasaran perbaikan.

Kayu-kayu penopang yang lapuk dan rusak diganti dengan kayu baru berukuran lebih tebal.

Bagian konstruksi lainnya juga diperiksa untuk memastikan titik-titik yang mengalami kerusakan dapat segera ditangani.

Tak hanya itu, material besi yang putus maupun rusak diperbaiki dengan pengelasan.

Plat penjepit juga dipasang untuk memperkuat posisi kayu sekaligus membuat konstruksi jembatan lebih kokoh.

Pekerjaan kemudian dilanjutkan dengan pengecatan sejumlah bagian jembatan dan pembersihan area sekitar.

Hasilnya, jembatan tak hanya lebih aman, tetapi juga terlihat lebih rapi dan nyaman dilintasi.

Awalnya, perbaikan hanya direncanakan melibatkan personel Polres Pringsewu dan sejumlah warga.

Namun, tingginya antusiasme masyarakat membuat pekerjaan berubah menjadi aksi gotong royong yang melibatkan lebih dari 200 warga dari Kecamatan Pringsewu dan Sukoharjo.

Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra mengatakan, perbaikan tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran polisi di tengah masyarakat.

“Renovasi ini merupakan bentuk nyata polisi hadir di tengah masyarakat. Jembatan ini merupakan akses utama masyarakat dari beberapa pekon yang menghubungkan Kecamatan Pringsewu dan Sukoharjo,” kata Dadi ,Rabu (26/8/2026).

Menurutnya, jembatan tersebut memiliki peran penting bagi aktivitas warga, mulai dari mobilitas anak sekolah, kegiatan pertanian, hingga perdagangan.

“Jembatan ini sebelumnya mengalami beberapa kerusakan sehingga kita lakukan perbaikan. Tujuannya agar masyarakat merasa aman dan nyaman serta aktivitas mereka menjadi lebih mudah dan lancar,” ujarnya.

Dadi menjelaskan, keberadaan jembatan tersebut juga memangkas jarak dan waktu tempuh warga.

Jika jembatan tidak dapat digunakan, masyarakat harus memutar hingga sekitar 15-16 kilometer dengan tambahan waktu perjalanan mencapai 30 menit.

Setiap harinya, lebih dari 250 kendaraan roda dua dan ratusan pejalan kaki melintasi jembatan sepanjang sekitar 55 meter tersebut.

“Dengan adanya fasilitas ini tentu sangat menghemat waktu masyarakat,” katanya.

Selama proses renovasi, Kapolres bersama Wakapolres Pringsewu Kompol Samsuri, para pejabat utama Polres Pringsewu, Kapolsek Pringsewu dan Sukoharjo, serta Camat Pringsewu tidak sekadar melakukan pemantauan.

Mereka turut turun tangan bersama warga mengerjakan berbagai bagian perbaikan jembatan.

Antusiasme warga inilah yang membuat pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat dari target awal.

Setelah seluruh proses perbaikan rampung, jembatan tersebut kembali diserahkan kepada masyarakat untuk digunakan sekaligus dijaga bersama.

(Tribunlampung.co.id/Okyindrajaya)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.