Aksi Heroik Ketua DPRK Aceh Tenggara Kejar Rapat Rela Naik Motor dan Pikap Usai Terjebak Macet Parah
Budi Fatria August 27, 2026 11:54 AM

TRIBUNGAYO.COM, KUTACANE - Perjuangan seorang pejabat publik demi menepati janji kepada rakyatnya.

Di tengah kemacetan total akibat kejadian tiang listrik tumbang di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Ketua DPRK Aceh Tenggara, Dr. Denny Febrian Roza, S.STP., M.Si., memilih naik motor dan pikap berpacu dengan waktu agar tidak terlambat memimpin rapat.

Kejadian itu bermula pada Rabu (26/8/2026) kemarin, sekira pukul 15.06 WIB. 

Sebuah tiang listrik milik PT PLN tumbang melintang ke badan Jalan Nasional di wilayah Sibutar, Kecamatan Tiga Binanga, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Akibat tumbangnya tiang PLN tersebut membuat arus lalu lintas terhenti total, memicu antrean kendaraan yang mengular panjang dari arah Medan menuju Kutacane, Aceh Tenggara, dan sebaliknya.

Dari lokasi kejadian ke Kutacane, Aceh Tenggara, lebih kurang 80 Km, dengan jarak tempuh normal memakan waktu 2-3 jam perjalanan kendaraan bermotor.

Baca juga: Ketua DPRK Aceh Tenggara Denny Febrian Roza Ajak Pemuda Bersatu Perangi Narkoba

Di antara ribuan pengendara yang tertahan, tampak Denny Febrian Roza bersama anggota DPRK Aceh Tenggara, Satria Abadi, S.AP., ikut terjebak.

Keduanya dengan sabar menunggu di bawah terik matahari bersama para sopir dan warga lainnya selama lebih dari satu jam.

Bonceng Tiga hingga Numpang Pikap

Menyadari jadwal rapat penting dengan banggar TAPK  (Tim Anggaran Pemerintah Kabupaten), dijadwalkan pukul 16.00 WIB, sudah di ambang batas waktu, Denny tidak tinggal diam.

Ia mengambil keputusan cepat yang tak biasa demi bisa menembus kemacetan.

Tanpa rasa canggung, ia bersama rekannya menumpang sepeda motor warga—bahkan sempat berboncengan tiga—untuk menghindari macet.

Perjalanan kemudian estafet dilanjutkan dengan menumpang mobil pikap serta angkutan umum pedesaan demi mengejar sisa perjalanan menuju Kutacane.

Akhirnya mereka tiba dan langsung memimpin rapat pada pukul 18.45 WIB.

"Kami sempat terjebak kemacetan selama satu jam akibat tiang PLN tumbang ke jalan raya. Alhamdulillah, setelah menumpang sepeda motor, lalu kami lanjutkan naik mobil pikap dan angkutan, akhirnya kami bisa melanjutkan rapat di DPRK Aceh Tenggara pada Rabu sore," ujar Denny kepada TribunGayo.com, Rabu (26/8/2026).

Bagi politisi Partai Golkar ini, hambatan di jalan bukanlah alasan untuk mangkir dari tanggung jawab.

“Apa yang menjadi tanggung jawab harus tetap diusahakan, karena ini amanah dari rakyat,” tegasnya.

Rekam Jejak Panjang dari Birokrat hingga Pimpin DPRK

Aksi heroik ini sontak membuat nama Denny Febrian Roza kembali menjadi sorotan publik.

Di balik dedikasinya sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan (dapil) Kecamatan Bambel, Semadam, Lawe Sumur, dan Bukit Tusam, ayah tiga anak ini ternyata menyimpan jejak karier yang sangat matang, baik sebagai karier birokrat maupun pemimpin organisasi.

Pria kelahiran Perapat Hulu, 13 Februari 1984, yang juga menantu dari mantan Bupati Aceh Tenggara dua periode, almarhum Ir. H. Hasanuddin B., MM ini mengawali karier pemerintahannya dari bawah sebagai staf di Departemen Dalam Negeri pada tahun 2002.

Ketika masih Pegawai Negeri Sipil (PNS), berbagai jabatan strategis di lingkungan Pemkab Aceh Tenggara pernah diembannya, mulai dari Ajudan Bupati, Kasatpol PP dan WH, hingga Kepala Dinas Perhubungan, Telekomunikasi dan Informasi pada tahun 2015.

Di kancah politik dan organisasi, suami dari Intan Permatasari (Politisi Partai Golkar) yang juga anggota DPRK Aceh Tenggara ini sangat aktif, diantaranya pernah menjabat sebagai Ketua KNPI Aceh Tenggara, Sekretaris DPD II Partai Golkar, hingga memimpin Kosgoro Aceh Tenggara periode 2022–2027.

Dengan perpaduan pengalaman yang solid dan mental pengabdian yang teruji di lapangan—bahkan hingga rela naik pikap demi rapat—tidak heran jika sosoknya terus dipercaya masyarakat untuk mengawal aspirasi di Bumi Sepakat Segenap. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.