Banjir Bandang di Nepal-China, 160 Orang Tewas, 341 Wisatawan Asing Belum Ditemukan
Lisna Ali August 27, 2026 12:09 PM

TRIBUNPALU.COM - Banjir bandang menghantam wilayah perbatasan Nepal dan China Rabu (26/8/2026).

Dilansir Channel News Asia dan Reuters, Rekaman kamera pengawas (CCTV) di wilayah Gyirong merekam detik-detik saat gulungan air dan puing setinggi beberapa lantai menghantam gedung.

Ratusan orang terlihat panik dan berlarian menyelamatkan diri tepat sebelum air bah membawa material lumpur menghempaskan truk dan bus di kawasan Gyirong.

Bencana alam dahsyat akibat luapan Sungai Bhotekoshi ini mengakibatkan sedikitnya 160 orang tewas dan ratusan lainnya dilaporkan hilang.

Guncangan gempa di area pegunungan Rasuwa diduga menjadi pemicu longsoran gletser yang memicu datangnya banjir.

Kehancuran tak hanya menimpa gedung perbatasan, tetapi juga meratakan rumah warga hingga fasilitas pembangkit listrik tenaga air.

Baca juga: YBM PLN Tolitoli Gelar Khitanan Sehat Ceria, 79 Anak di Galang Dapat Layanan Gratis

Perdana Menteri Nepal, Balendra Shah, langsung menyampaikan duka mendalam bagi seluruh korban terdampak musibah ini.

"Rasa sakit dan kehilangan yang Anda alami tidaklah kecil," kata Perdana Menteri Nepal, Balendra Shah, dalam sebuah pernyataan di media sosial.

Selain warga lokal, bencana ini menyoroti keselamatan ratusan wisatawan yang sedang berada di kawasan pegunungan tersebut.

Baca juga: PLN Siaga 24 Jam Kawal Listrik Likupang Tourism Festival 2026, Siapkan Genset dan UPS

341 Wisatawan Asing Belum Ditemukan

Otoritas pariwisata mencatat sekitar 403 wisatawan hilang, di mana 341 di antaranya merupakan warga negara asing dari berbagai negara.

Dewan Pariwisata Nepal mengatakan turis yang hilang berasal dari India, Australia, Inggris, Malaysia, Belanda, Portugal, Afrika Selatan, Korea Selatan, dan AS.

Organisasi Palang Merah Internasional (IFRC) menggambarkan betapa masifnya dampak kerusakan di lapangan.

"Seluruh desa dan kawasan pasar telah hanyut tanpa sisa," kata kepala International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC) untuk Nepal, David Fisher.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.