Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Amatus Huby
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAWIJAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan mempercepat pendataan Sensus Ekonomi 2026 yang akan berakhir pada 31 Agustus 2026. Hingga saat ini capaian pendataan baru mencapai 39 persen dari target 100 persen.
Kepala BPS Jayawijaya, Arther Ludwig Purmiasa, mengatakan sensus telah berlangsung sejak 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 dan menyasar warga di 328 kampung/kelurahan.
“Secara keseluruhan ada 421 petugas sensus yang kami libatkan. Namun tantangan di lapangan cukup besar, terutama kondisi geografis yang sulit dijangkau serta adanya beberapa penolakan dari masyarakat karena kurangnya informasi dan sosialisasi terkait sensus ekonomi,” kata Arther saat kegiatan percepatan pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Wamena, Kamis (27/8/2026).
Baca juga: Dukcapil Jayawijaya Dorong Integrasi Data Kependudukan Lintas Dinas
Ia menjelaskan, tujuan sensus ini adalah memperoleh data yang akurat mengenai perkembangan usaha mikro, kecil, menengah hingga usaha besar di Jayawijaya. Data tersebut menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan dan perencanaan ekonomi di masa mendatang.
“Data yang benar akan menghasilkan perencanaan yang benar. Tanpa data yang akurat, pemerintah akan kesulitan menyusun program pembangunan yang tepat sasaran, baik di tingkat pusat, provinsi, kabupaten hingga kampung,” ujarnya.
Hingga saat ini petugas telah melakukan pendataan di 39 distrik. Sementara Distrik Trikora belum dapat dijangkau karena kendala situasi keamanan dan tingkat kesulitan akses wilayah.
Baca juga: Dilanda Kabut Asap dan Kekeringan, Pemkab Nabire Tetapkan Status Tanggap Darurat El Nino
Meski demikian, BPS terus berupaya meningkatkan capaian pendataan melalui kerja sama dengan pemerintah setempat, termasuk melibatkan aparatur sipil negara dalam mendukung percepatan pengisian data sensus ekonomi.
“Kami berharap dengan dukungan pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat, progres pendataan dapat meningkat hingga mendekati target 100 persen,” katanya.
BPS juga mengimbau masyarakat yang belum terdata agar segera melapor ke Kantor BPS Kabupaten Jayawijaya di Jalan Diponegoro Nomor 25 Wamena. Masyarakat diminta menyiapkan dokumen pendukung seperti kartu keluarga, informasi usaha, serta data kondisi tempat tinggal untuk keperluan pendataan.
Selain mendata aktivitas ekonomi, sensus ini juga bertujuan memperkuat basis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sehingga pemerintah memiliki data yang lebih lengkap dan akurat untuk berbagai program pembangunan dan bantuan sosial.
Baca juga: KNPI Papua Tengah Rampungkan Rakerda I, Dorong Sinergi Pembangunan Daerah
Arther menjelaskan bahwa sensus ekonomi dilaksanakan setiap 10 tahun sekali. Sejak pertama kali digelar pada tahun 1986, pelaksanaan tahun 2026 merupakan sensus ekonomi yang kelima setelah pelaksanaan pada 1996, 2006, dan 2016.
“Sensus ekonomi menjadi instrumen penting bagi negara untuk mengetahui perkembangan dunia usaha. Saat ini banyak usaha baru bermunculan, seperti kafe dan usaha jasa lainnya yang perlu didata agar pemerintah memiliki gambaran ekonomi yang lebih lengkap,” ujarnya.
BPS Jayawijaya berharap seluruh masyarakat dapat berpartisipasi aktif dengan memberikan informasi yang benar dan sesuai kondisi sebenarnya sehingga hasil Sensus Ekonomi 2026 dapat menjadi dasar pembangunan yang lebih tepat sasaran di Kabupaten Jayawijaya dan Provinsi Papua Pegunungan.(*)