Kerusuhan di Tengah Perayaan Penuh Sejarah Fenerbahce Tampil Lagi di Liga Champions
Arif Tio Buqi Abdulah August 27, 2026 01:57 PM

TRIBUNNEWS.COM - Salah satu tim papan atas Turki, Fenerbahce, baru saja menorehkan capaian penting terkait kompetisi Liga Champions Eropa.

Fenerbahce akan tampil lagi di kompetisi terbaik antartim Eropa setelah cukup lama absen.

Mereka kali terakhir tampil di ajang ini pada 2008/2009 silam.

Peruntungan mereka berubah ketika menjalani pertandingan kualifikasi melawan Lyon di leg kedua pada Kamis (27/8/2026) dini hari.

Fenerbahce berhasil memperoleh kemenangan dengan skor 1-2 meski bermain di markas Lyon di Groupama Stadium.

Hasil tersebut sudah cukup membuat mereka melangkah ke babak utama lantaran Fenerbahce dan Lyon bermain imbang 1-1 di leg pertama.

Pada akhirnya, Fenerbahce lolos ke Liga Champions dengan kemenangan agregat 2-3 atas Lyon.

Pertandingan di Lyon berubah kacau setelah peluit akhir dibunyikan, dengan keributan pecah di lapangan dan lorong menuju ruang ganti ketika para pemain dan staf dari kedua tim terlibat.

Hal itu dipicu perayaan dari salah satu pemain Fenerbahce, Mateo Guendouzi, di sisi lapangan.

Mantan gelandang Arsenal itu berulang kali mendapat cemoohan dari para pendukung Lyon selama pertandingan, dan rekan-rekan setimnya terlihat menjauhkannya ketika suasana mulai memanas.

Baca juga: Jadwal Drawing Liga Champions 2026/2027: Diundi Malam Ini, Berikut Daftar Pot Tim Peserta

Guendouzi, yang sebelumnya bermain untuk rival sengit Lyon, Marseille, pada 2021 hingga 2024, menjadi pusat kontroversi setelah tampak mengejek sebagian suporter tuan rumah seusai kemenangan Fenerbahce.

Setelah keributan yang terjadi seusai pertandingan, Guendouzi terlihat berteriak 'Allez l'OM' ke arah kamera di sisi lapangan, sebagai bentuk dukungan kepada Marseille.

Hal itu langsung menimbulkan reaksi dari penggemar Lyon yang langsung melempari Guendouzi dengan apa pun.

Bahkan ada suporter tuan rumah yang langsung melakukan konfrontasi fisik kepada pemain dengan rambut keriting ini.

Bentrok di area lorong menuju ruang ganti mejadi sesuatu yang tak terelakkan.

Berbicara setelah pertandingan, Guendouzi mengatakan dirinya merasa tidak dihormati oleh suporter Lyon yang mengejeknya dengan hinaan yang menyangkut keluarganya.

"Jika kami tidak bisa merayakan kemenangan setelah pertandingan, saya akan benar-benar kecewa," kata Guendouzi dikutip dari BBC.

Dari sisi Fenerbahce, mereka kukuh memberikan dukungan kepada pemain tengahnya itu.

Pelatih Ismail Kartal mengatakan para pemain solid mendukung Guendouzi.

"Sebagai sebuah tim, kami berdiri bersama Guendouzi dan memberikannya dukungan," ucap Kartal.

"Dukungan terus diberikan kepadanya. Itulah inti dari kerja sama tim," sambungnya.

Kerusuhan yang melibatkan Guendouzi sebenarnya tak hanya dengan para suporter Lyon.

Para pemain Lyon juga terpancing dengan ulah sang pemain setelah pertandingan.

Penggawa Lyon, baik yang ada di atas lapangan atau bangku cadangan, mencoba mendekati Guendouzi dan melaukan konfrontasi.

Untungnya Guendouzi mendapatkan dukungan dan perlindungan dari rekan setim, staf, dan petugas keamanan yang sigap membaca situasi.

(Tribunnews.com/Guruh)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.