TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Orang tua seorang siswa SMP di Kota Jambi yang meninggal dunia setelah menjadi korban perkelahian antarsiswa, menceritakan detik-detik saat keluarga menerima kabar hingga proses penanganan di rumah sakit.
Perkelahian antarsiswa di kawasan Telanaipura, Kota Jambi, mengakibatkan seorang siswa SMP di Kota Jambi meninggal. Dari awalnya ingin melerai, siswa tersebut malah menjadi korban.
Dalam wawancara bersama Tribun Jambi, ibu korban mengungkapkan bahwa dirinya sempat tidak mengetahui keberadaan sang anak setelah korban berpamitan untuk pergi bermain.
Ada harapan besar agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi hingga mengakibatkan jatuh korban.
Berikut petikan wawancaranya Jurnalis Tribun Jambi, Rifani Halim, bersama orang tua korban.
Ibu, boleh diceritakan bagaimana awalnya Ibu mengetahui kejadian yang menimpa anak?
Ibu korban:
Awalnya pagi seperti biasa. Dia sekolah, kemudian pulang seperti biasa. Setelah pulang, dia cuci kaki, cuci tangan, lalu pamit kepada saya untuk pergi.
Dia bilang mau pergi sebentar dan meminjam motor. Saya izinkan karena biasanya kalau pergi dia selalu memberi kabar.
Setelah itu dia kembali ke rumah bersama temannya. Kemudian dia bilang mau pergi lagi untuk bermain.
Saya tanya mau ke mana dan dengan siapa. Dia bilang pergi bersama temannya.
Biasanya kalau pergi bermain, dia selalu memberi kabar ketika sudah sampai. Tapi saat itu tidak ada kabar sama sekali.
Kapan kemudian keluarga mendapatkan kabar mengenai kondisi korban?
Ibu korban:
Sekitar pukul 15.00 WIB lewat, ada temannya datang ke rumah dan memberi tahu kalau dia sudah berada di rumah sakit.
Saya langsung kaget dan panik. Awalnya saya berpikir mungkin terjadi kecelakaan atau sesuatu saat dia mengendarai motor.
Saya kemudian meminta adik saya yang kebetulan berada di sekitar rumah sakit untuk menyusul ke sana.
Bagaimana kondisi anak Ibu ketika sampai di rumah sakit?
Ibu korban:
Saat saya sampai, dia sudah tidak sadar dan tidak merespons ketika saya panggil.
Saya sangat panik. Saya kemudian menghubungi ayahnya dan memberi tahu bahwa anak kami berada di rumah sakit.
Tidak lama kemudian, kondisinya semakin memburuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Apakah keluarga mengetahui penyebab pasti kematiannya?
Ibu korban:
Saat itu kami belum mengetahui penyebab pastinya. Karena itu saya setuju dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk autopsi.
Setelah proses autopsi dilakukan, sampai sekarang keluarga belum menerima penjelasan mengenai hasil atau penyebab pastinya dari dokter.
Anak Ibu berusia berapa dan sekolah di mana?
Ibu korban:
Anak saya berusia 14 tahun dan duduk di kelas 9 SMP.
Bagaimana keseharian anak Ibu?
Ibu korban:
Kalau menurut saya, dia anak yang baik. Kegiatan sehari-harinya sekolah, bermain bola, dan sesekali bermain bersama teman-temannya.
Kalau pergi ke mana-mana biasanya dia selalu memberi kabar kepada saya. Saya juga tidak pernah melihat dia terlibat dalam hal-hal yang negatif.
Karena itu saya sangat terkejut dan bertanya-tanya bagaimana kejadian ini bisa terjadi.
Apakah anak Ibu aktif dalam kegiatan olahraga?
Ibu korban:
Iya. Dia suka bermain bola. Itu kegiatan yang paling sering dilakukan. Selain itu, dia juga bermain bersama teman-temannya.
Dari informasi yang Ibu dapatkan dari teman-teman korban, apakah keluarga mengetahui bagaimana peristiwa tersebut terjadi?
Ibu korban:
Informasi dari teman-temannya bermacam-macam. Ada yang mengatakan dia pergi sendiri, ada juga yang mengatakan dia ditantang.
Karena ceritanya berbeda-beda, saya tidak bisa menyimpulkan bagaimana sebenarnya kejadian itu.
Yang saya tahu, mereka memang berada di lokasi yang sama. Jadi saya masih menunggu informasi yang jelas dari pihak berwenang.
Apakah keluarga mengetahui motif atau persoalan yang melatarbelakangi kejadian tersebut?
Ibu korban:
Sampai sekarang saya belum tahu persoalannya apa.
Saya masih menunggu penjelasan dari pihak kepolisian mengenai apa yang sebenarnya terjadi.
Bagaimana dengan kondisi anak Ibu di sekolah?
Ibu korban:
Setahu saya tidak ada masalah. Kalau perlu bisa ditanyakan kepada teman, guru, maupun kepala sekolahnya.
Dia bukan anak yang sering bermasalah di sekolah atau sering dipanggil ke ruang BK.
Bagaimana informasi terakhir yang diterima keluarga dari kepolisian?
Ibu korban:
Informasi terakhir, satu orang sudah diamankan sejak kejadian.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai proses hukumnya, ayahnya yang lebih banyak berkomunikasi dengan pihak kepolisian.
Apa harapan keluarga sekarang?
Ibu korban:
Kami berharap kejadian ini bisa diproses dengan jelas dan keluarga mendapatkan informasi mengenai apa yang sebenarnya terjadi.
Kami juga berharap tidak ada lagi kejadian seperti ini yang menimpa anak-anak lainnya. (Tribun Jambi/Rifani Halim)
Baca juga: Ibu Siswa SMP di Kota Jambi Terpukul, Anak Pamit Main Tapi Terlibat Perkelahian hingga Meninggal
Baca juga: Jalintim Palembang-Jambi mulai Berkabut Asap, Jarak Pandang Pengendara Berkurang