Bahlil Tanda Tangan Gunung Ungaran Bakal Dibor 2 Ribu Meter, Apa Dampak Bagi Warga Sekitar?
muslimah August 27, 2026 02:55 PM

Bahlil Tanda Tangan Gunung Ungaran Bakal Dibor 2 Ribu Meter, Apa Dampak Bagi Warga Sekitar?

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Masyarakat sekitar Gunung Ungaran masih belum mendapatkan sosialisasi terkait eksplorasi panas bumi di wilayah tersebut.

Diketahui, tahapan baru pengembangan energi panas bumi di Jawa Tengah ditandai dengan terbitnya Surat Keputusan (SK) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

Baca juga: Terungkap Alasan Mahasiswa Demo di Tugu Muda, Selalu Diabaikan di Depan Gubernuran dan DPRD Jateng

Kepala Bidang Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi pada Dinas ESDM Jateng, Dwi Suryono mengungkap, nilai investasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Ungaran mencapai 300 juta dolar AS atau senilai Rp 5,3 Triliun. 

Nilai potensi investasi tersebut dihasilkan selepas tahapan eksplorasi seluas 29,8 ribu hektare di dua kabupaten Kendal dan Kabupaten Semarang.

"Ya potensi itu perlu pembuktian dengan melakukan pengeboran secara langsung dengan kedalaman 1.900-2.200 meter," ujar Dwi kepada Tribun saat konferensi pers di Rumah Rakyat, Kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang, Rabu (26/8/2026).

Dwi menyebut, tahapan eksplorasi tersebut bakal dilakukan dua tahun mendatang persisnya di akhir tahun 2028 atau awal tahun 2029.

Sebelum melakukan eksplorasi, PT PLN sebagai pemegang sah izin Wilayah Kerja Panas Bumi, perlu memetakan titik mana saja yang layak dieksplorasi.

Artinya, luasan lahan eksplorasi 29,8 ribu hektare di dua kabupaten masih akan dipetakan kembali.

"Jadi belum tahu, titik eksplorasi di Kabupaten Semarang atau Kendal, tetapi yang jelas dari luasan lahan konsesi itu, paling luas di Semarang," katanya.

Dari kondisi itu, ia meminta masyarakat di dua wilayah tersebut tidak perlu khawatir dari jalannya proyek.

Sebab, nantinya PT PLN akan mengajak berdiskusi dalam skema jejak pendapat.

Alasan Ngotot Pilih PLTP

Dwi mengungkap, potensi energi panas bumi PLTP Gunung Ungaran mencapai 55 Megawatt (MW), diperkirakan menyumbang empat (4) sampai lima (5) persen total bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) di Jawa Tengah.

PLTP Dieng dengan potensi 70 MW menyumbang enam (6) persen bauran EBT.

Bauran EBT di Jawa Tengah telah mencapai 22,3 persen pada tahun 2025.

Capaian itu,  telah melampaui target Rencana Umum Energi Daerah (RUED) 2025 sebesar 21,32 persen.

Dalam mengejar target itu,  Dwi menjelaskan, sejumlah potensi PLTP di wilayah lain juga terus dikejar seperti Baturraden, Guci, Umbul Telomoyo, dan Jenawi.

"Dieng sudah operasi, Gunung Ungaran proses,  Jenawi (Karanganyar) belum ada kegiatan lagi, di Umbul Telomoyo sudah ada sosialisasi-sosialisasi, Baturraden masih off, di Guci juga masih off," tandasnya.

Diketahui, rencana proyek geotermal Gunung Ungaran mencuat selepas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menerbitkan Surat Keputusan (SK) izin pemanfaatan energi panas bumi di wilayah kerja Gunung Ungaran, pada Rabu (19/8/2026).

Proyek tersebut dekat dengan kawasan cagar budaya Candi Gedong Songo yang kini masuk dalam tahap kajian ulang.

Masyarakat sekitar proyek pemanfaatan energi panas bumi itu juga belum mendapatkan sosialisasi.

Apa dampaknya?

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Sumarno menyebut, rencana pelaksanaan proyek geotermal Gunung Ungaran akan disosialisasikan dengan baik kepada masyarakat.

a menekankan, masyarakat sekitar harus memahami dampak-dampak dari pembangunan proyek gas bumi sebesar 55 Megawatt (MW) tersebut.

"Kami akan menyampaikan dampak-dampak kepada masyarakat, tidak masalah dampak negatifnya dan dari sisi keamanan," ujar Sumarno kepada Tribun, Sabtu (22/8/2026). 

Rencana proyek geotermal Gunung Ungaran dekat dengan kawasan cagar budaya Candi Gedong Songo yang kini masuk dalam tahap kajian ulang.

Masyarakat sekitar proyek pemanfaatan energi panas bumi itu juga belum mendapatkan sosialisasi.

"Penjelasan bagaimana dampak (proyek) terhadap masyarakat sekitar juga harus menjadi perhatian," sambung Sumarno.

(Iwn)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.