Jakarta (ANTARA) - Islamic Relief Indonesia mendistribusikan bantuan kemanusiaan bagi penyintas atau masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Setelah melakukan asesmen, koordinasi dengan pemerintah daerah, serta verifikasi rumah tangga terdampak, bantuan kemanusiaan mulai disalurkan kepada masyarakat di Kecamatan Cibal dan Cibal Barat,” kata Pemimpin respons darurat Islamic Relief Indonesia Dzikri Insan di Jakarta, Kamis.
Dia mengatakan tim Islamic Relief Indonesia dapat mencapai beberapa wilayah yang cukup terisolasi karena akses utama terdampak longsor.
Namun, kata dia, sulitnya akses tidak boleh menjadi alasan masyarakat terdampak tertinggal dari bantuan.
“Kami bekerja bersama pemerintah setempat dan masyarakat untuk memastikan bantuan dapat menjangkau keluarga yang paling membutuhkan, terutama mereka yang rumahnya mengalami kerusakan berat dan memiliki anggota keluarga dengan kerentanan khusus,” ujar Dzikri.
Dia menekankan akuntabilitas kepada masyarakat merupakan bagian penting dalam proses distribusi bantuan tersebut.
“Kami ingin memastikan masyarakat memahami bahwa seluruh bantuan ini diberikan secara gratis, tidak boleh ada pungutan, pemotongan, maupun pengurangan jumlah bantuan dalam bentuk apa pun,” tutur Dzikri.
“Masyarakat juga memiliki hak untuk menyampaikan pertanyaan, saran, ataupun pengaduan apabila menemukan sesuatu yang tidak sesuai,” tambah dia.
Distribusi tahap pertama dilaksanakan di Compang Cibal dan menjangkau 112 rumah tangga terdampak dari empat desa, yaitu Compang Cibal, Bere, Lenda, dan Bangkara.
Rumah tangga penerima telah melalui proses pendataan dan verifikasi lapangan dengan memprioritaskan masyarakat yang rumahnya mengalami rusak berat dan memiliki anggota keluarga dengan kerentanan khusus, seperti lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil dan menyusui, serta keluarga dengan anak balita.
Islamic Relief Indonesia juga menyiapkan dukungan bagi 500 rumah tangga terdampak, berupa paket bahan makanan, terpal, selimut, serta paket kebersihan keluarga.
Setiap rumah tangga yang telah diverifikasi menerima satu terpal, dua selimut, satu paket bahan makanan, dan satu paket bantuan kebersihan keluarga.
Dzikri mengatakan tim menghadapi tantangan akses yang cukup signifikan karena sejumlah wilayah terdampak berada di kawasan pegunungan dengan kondisi jalan yang sulit, sementara beberapa jalur utama turut terdampak longsor.
Tim Islamic Relief Indonesia bersama pemerintah setempat dan Ayo Indonesia tetap melakukan asesmen dan verifikasi langsung untuk memastikan masyarakat di wilayah yang sulit dijangkau tidak tertinggal dari respons kemanusiaan.
Sementara itu, Camat Cibal Barat Yohanes Regon menyambut baik dukungan Islamic Relief Indonesia bagi masyarakat terdampak gempa.
“Koordinasi sejak proses pendataan hingga distribusi sangat penting agar bantuan dapat diberikan kepada masyarakat yang memang membutuhkan dan tidak terjadi tumpang tindih bantuan,” ungkap Yohanes.





