Baru Kenal 3 Hari, Sepasang Kekasih di Bantul Langsung Ikut Nikah Bareng di Atas Mobil Tangki Air
Joko Widiyarso August 27, 2026 02:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Ungkapan cinta pada pandangan pertama mungkin sering dianggap sebagai klise dalam cerita fiksi.

Namun, siapa sangka, ungkapan itu nyata dialami oleh Agus Triyansyah (23), warga Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah dan Ayuk Anita Sari (27), warga Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta.

Tekad mereka bulat setelah tiga hari saling kenal dari agenda Golek Garwo yang digelar oleh Forum Ta'aruf Indonesia (Fortais) Yogyakarta.

Kini, mereka pun telah melangsungkan ijab qobul melalui momen nikah bareng 11 pasang pengantin di atas mobil tangki air dan donasi 125 ribu liter air bersih pertama di Indonesia. 

Berdasarkan pantauan Tribunjogja.com, pelaksanaan nikah bareng itu dilakukan di halaman KUA Sewon pada Kamis (27/8/2026) pagi.

Pasangan Agus dan Ayu sendiri turut hadir didampingi keluarga dengan mengenakan busana pengantin nasional berwarna merah.  

Selepas melangsungkan akad nikah, mereka langsung melakukan prosesi pemasangan cincin sebagai simbol ikatan cinta dan komitmen yang baru saja mereka ikrarkan di hadapan penghulu serta keluarga tercinta.

Walau sempat gugup saat pelaksanaan ijab kabul dan prosesi pemasangan cincin, namun senyum bahagia terpancar jelas di wajah keduanya.

"Sebelumnya saya mengikuti event Golek Garwo karena butuh pasangan hidup dan ingin mempunyai masa depan yang cerah," ucap Agus kepada awak media, usai pelaksanaan akad  nikah bareng 11 pasang pengantin di atas mobil tangki air dilakukan.

Ia pun sempat menyampaikan alasan memberanikan diri untuk melangsungkan akad nikah, walau baru bertemu selama tiga hari terakhir. Alasannya tak lain karena merasa cocok dan memiliki tujuan hidup sefrekuensi.

"Iya (jatuh cinta pada pandangan pertama). Dia itu (Ayuk) tipe aku banget," tuturnya sambil tersipu malu.

Selain itu, ia mengakui saat mengikuti prosesi nikah bareng di atas tangki air sempat merasa takut. Apalagi tangga tangki air terbuat dari rangka besi yang cukup tinggi dan posisinya yang vertikal membuat adrenalin mereka terpacu kencang sebelum akhirnya tiba di anjungan atas.

Perkenalan singkat

Sementara itu, sang istri, Ayu, yang berdiri di sampingnya turut membenarkan pernyataan suaminya.

Meski perkenalan mereka terbilang sangat singkat hanya berbekal obrolan intens selama tiga hari sebelum hari H, ia mengaku mantap melangkah ke pelaminan karena melihat kesungguhan dan ketulusan dari sosok Agus.

"Kemudian, tadi pas nikah di atas tangki air memang mengalami kesulitan. Apalagi saya takut ketinggian. Jadi saya sangat berkesan mengikuti pelaksanaan nikah bareng ini," ujar dia.

Adapun mahar yang mereka dapatkan berupa seperangkat alat salat, cincin, dan satu tangki air. Mahar tangki air ini dipersembahkan untuk membantu masyarakat yang mengalami kekeringan air bersih. Maka dari itu, pihaknya berharap mahar tersebut bisa membantu masyarakat yang membutuhkan. 

Dalam momen tersebut, Ketua Fortais Indonesia, Ryan Budi Nuryanto, mengatakan, prosesi nikah bareng kali ini dibuat dengan konsep untuk menyemarakkan momen 17 Agustus sekaligus peduli dengan bencana di Nusa Tenggara Timur dan kekeringan yang terjadi di DIY.

"Kami ingin mengajak seluruh manten untuk bisa selain menikah di atas tangki air, juga mendonasikan air tersebut untuk bencana kekeringan di DIY. Jadi, maharnya ada seperangkat alat salat, cincin kawin, dan satu tangki air yang disodakohkan untuk membantu masyarakat kekeringan di DIY," ujarnya.

Kegiatan ini dikemas sederhana, tetapi tetap meriah dengan fasilitas gratis berupa mahar alat salat, cincin kawin, bingkisan pengantin, voucher bulan madu, busana/rias, dokumentasi, tasyakuran, dan lain sebagainya. Setidaknya ada 11 pengantin yang mengikuti nikah bareng tersebut dengan usia termuda 23 tahun dan tertua 50 tahun.

Sebelum nikah bareng dilakukan, belasan pasang pengantin tersebut turut melakukan prosesi kirab sekitar satu kilometer dari halaman Piramid menuju KUA Sewon. Prosesi itu pun melibatkan sejumlah pihak termasuk PMI Kabupaten Bantul.

Menjadi inspirasi 

Ketua PMI Kabupaten Bantul sekaligus Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Bantul, Agus Budi Raharja, menyambut baik momen nikah bareng dengan mahar satu tangki air bersih. Ini menjadi inspirasi semua pihak yang membutuhkan uluran tangan.

"Hari ini ada saudara-saudara kita yang kekurangan air. Jadi, kita terinspirasi untuk kemudian ayo kita bantu dengan air bersih. Mungkin besok inspirasinya lain," jelas dia.

Di Bumi Projotamansari sendiri, kondisi akibat el nino atau kemarau panjang banyak terjadi kekurangan air. Potensi kekeringan ada di Kapanewon Dlingo, Pundong, dan beberapa bagian Imogiri. Pihaknya pun mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang mau berdonasi air bersih tersebut.

Seluruh donasi droping air bersih itu pun telah tercatat, termasuk droping air bersih yang dilakukan oleh PMI Bantul, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bantul, Tagana Bantul, hingga lainnya. Artinya, seluruh kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak kekeringan pada saat ini diharapkan dapat tercukupi.

"Mudah-mudahan ini bisa terkendali dan insyaallah untuk mengantisipasi hal ini mungkin pada perubahan APBD 2026 akan dilakukan pemenuhan air bersih dengan sumur bor di kalau enggak salah di 16 titik kekeringan akibat kemarau panjang. Anggarannya total sekitar Rp2,4 miliar," tandasnya. (nei) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.