Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Bupati Lampung Tengah nonaktif Ardito Wijaya mengungkap kesehariannya selama menjalani penahanan menjelang sidang vonis kasus dugaan korupsi alat kesehatan (alkes) Pemkab Lampung Tengah.
Baca Juga: Breaking News Ardito Wijaya Cs Hadapi Sidang Vonis Alkes 'Semua Harus Siap'
Di tengah masa penahanannya, Ardito mengaku memiliki sejumlah aktivitas untuk mengisi waktu.
Salah satunya dengan berolahraga.
Ia menyebut bermain basket menjadi kegiatan yang rutin dilakukannya selama berada di dalam penjara.
Selain berolahraga, Ardito juga menghabiskan waktu dengan bermain kartu bersama sesama penghuni tahanan.
Di samping kedua aktivitas tersebut, ia mengatakan tetap menjalankan ibadah salat.
Keseharian itu menjadi bagian dari rutinitas Ardito selama menjalani proses hukum atas perkara yang menjeratnya.
Menghadapi sidang vonis, Ardito berharap proses persidangan berjalan lancar dan keputusan yang diberikan mendapat restu dari Allah SWT.
Ia juga menyampaikan harapan apabila putusan hakim nantinya membawanya pada kebebasan.
Namun, Ardito mengaku siap menerima hukuman apabila keputusan tersebut justru menjadi jalan yang dinilai lebih baik dan menghindarkan persoalan yang lebih besar di kemudian hari.
"Pada akhirnya saya sepenuhnya menyerahkan segala keputusan akhir kepada majelis hakim," ujar Ardito.
Ardito Wijaya merupakan terdakwa dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi alat kesehatan Pemkab Lampung Tengah.
Ardito Wijaya, Bupati Lampung Tengah nonaktif sempat cium tangan pengunjung lansia yang datang ke persidangan di ruang Garuda, Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungkarang, Kamis (27/8/2026).
Ardito Wijaya masuk ke ruang persidangan dikawal petugas dari Kejati Lampung dan Anggota Brimob Polda Lampung.
Ia datang dengan baju kemeja putih, celana hitam, sepatu hitam dan peci hitam.
Keluarga dari Ardito Wijaya Cs telah menunggu di kursi pengunjung.
Saat masuk ke ruang persidangan, Ardito mencium tangan tiga orang lansia, yakni satu pria dan dua perempuan.
Para lansia kompak mengenakan masker putih.'
Pria lansia berambut putih yang pertama kali dicium tangannya oleh Ardito Wijaya disusul dua wanita lansia lainnya.
Belum diketahui siapa ketiga lansia tersebut.
Sementara keluarga lainnya mencium tangan Ardito Wijaya, hingga terdakwa Ardito Wijaya duduk di kursi pesakitan bersama terdakwa lainnya.
(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)