SURYA.co.id, SURABAYA - Persiapan menyambut Muktamar NU ke-35 di Jombang terus dilakukan. Salah satunya dengan menyiapkan puluhan masjid dan musala sebagai tempat menginap yang nyaman bagi para muktamirin.
Masjid dan musala tersebut dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, mulai dari tempat menginap hingga area parkir. Sejumlah kantor PCNU dan MWCNU juga diproyeksikan menjadi tempat ramah bagi peserta dan tamu Muktamar NU ke-35.
Program tersebut disiapkan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jombang melalui Masjid dan Musala Ramah Muktamirin.
Hingga pelaksanaan Muktamar NU ke-35, lokasi-lokasi tersebut telah disiapkan untuk memberikan tempat persinggahan bagi peserta dan tamu yang datang ke Jombang.
Masjid dan musala ramah muktamirin tersebar di sejumlah kecamatan. Di antaranya Diwek, Gudo, Ngoro, Jogoroto, Mojowarno, Tembelang, Ploso, Kudu, Plandaan, Jombang, Mojoagung, Peterongan, Sumobito, Megaluh, Perak, dan Bandar Kedungmulyo.
Kehadiran titik-titik tersebut diharapkan memudahkan ribuan muktamirin mendapatkan tempat ibadah sekaligus lokasi persinggahan selama berada di Kabupaten Jombang.
Baca juga: Muktamar ke-35 NU, Jadwal Pembukaan Dimajukan dan Akses Tambakberas Diperketat
Persiapan masjid dan musala ramah muktamirin dibagi berdasarkan beberapa zona wilayah.
Pada zona selatan tercatat 15 masjid, musala, dan kantor MWCNU. Zona utara memiliki 32 titik, zona tengah 18 titik, zona timur 23 titik, dan zona barat sebanyak 11 titik.
Sejumlah lokasi bahkan memiliki kapasitas penginapan yang cukup besar.
Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang di Zona Tengah, misalnya, memiliki kapasitas menginap hingga 300 orang serta area parkir untuk 20 mobil.
Sementara itu, Kantor PCNU Jombang memiliki kapasitas menginap 100 orang dengan area parkir delapan mobil.
Adapun Masjid Moeldoko di wilayah Bandar Kedungmulyo mampu menampung hingga 200 orang dengan area parkir untuk 35 mobil.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, mengapresiasi kesiapan masyarakat dan pengurus masjid dalam mendukung pelaksanaan Muktamar NU ke-35.
“Itulah bentuk nyata gotong royong dan kepedulian masyarakat dalam menyukseskan Muktamar NU ke-35. Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga dapat menjadi ruang pelayanan, persaudaraan, dan penguatan ukhuwah bagi para tamu yang datang ke Jombang,” ujar Bahtiar.
Menurutnya, semangat pelayanan kepada muktamirin juga sejalan dengan nilai-nilai moderasi beragama yang terus dikembangkan Kementerian Agama.
Kesiapan tempat ibadah dan lokasi persinggahan diharapkan memberikan rasa aman, nyaman, serta kemudahan bagi peserta selama mengikuti rangkaian Muktamar NU ke-35.
Kemenag Jawa Timur juga mendorong agar Muktamar NU ke-35 tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi turut menjadi momentum memperkuat persaudaraan, toleransi, dan kebersamaan di tengah masyarakat.
“Semoga pelaksanaan Muktamar berjalan lancar, aman, tertib, dan membawa kemaslahatan. Kita ingin Jombang memberikan kesan sebagai daerah yang ramah, terbuka, dan mampu menjadi tuan rumah yang baik bagi seluruh muktamirin,” kata Bahtiar.