Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnumasy
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEJI - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menggelar peringatan Hari Danau Sedunia (HDS) di Universitas Indonesia (UI) pada Kamis (27/8/2026).
Peringatan HDS tersebut menjadi momentum krusial untuk menyoroti kondisi perairan tawar di tanah air.
Menteri Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat, mengungkapkan rasa prihatinnya atas kondisi mayoritas danau di Indonesia yang kian memprihatinkan akibat pencemaran hebat.
Baca juga: Suntikan Rp50 Miliar Triputra Group untuk Dana Abadi UI, Amunisi Menuju Top 150 Dunia
"Terjadi polusi air yang luar biasa," tegas Jumhur.
Ia menegaskan bahwa salah satu biang kerok dari kerusakan ekosistem tersebut adalah maraknya praktik bisnis keramba ikan yang tak terkendali.
Penumpukan sisa pakan ternak selama bertahun-tahun hingga mencapai ketebalan bermeter-meter di dasar danau dinilai membusuk dan merusak produktivitas perairan.
Kondisi tersebut dianggap sangat tidak adil karena area danau yang seharusnya menjadi milik bersama justru dikuasai segelintir pihak hingga merugikan masyarakat luas.
Guna mengatasi persoalan menahun ini, KLH tengah mengkaji langkah tegas berupa skema pemulihan dan pembersihan danau secara menyeluruh.
Rencana restorasi selama tiga bulan akan diberlakukan, di mana para pengusaha keramba diwajibkan tetap bertanggung jawab penuh atas kesejahteraan para pekerja mereka.
"Kamu harus menggaji orang-orang yang selama ini kamu gaji itu selama 3 bulan, tapi kamu enggak dapat apa-apa, dalam rangka merestor danaunya itu," ujarnya.
Langkah keras ini ditujukan kepada pemilik modal yang selama ini meraup keuntungan berlimpah namun mengabaikan dampak buruk bagi lingkungan sekitar.
Pemerintah tidak ragu mengambil alih izin pengelolaan jika para investor menolak skema pemulihan dan keberlanjutan lingkungan tersebut.
Jumhur mengingatkan para pelaku usaha agar meninggalkan pola bisnis lama yang merusak alam demi mengejar keuntungan finansial belaka.
"Jadi sekarang sudah zamannya orang cari duit bisa kaya raya dengan cara juga memuliakan bumi, memuliakan lingkungan," pungkasnya. (m38)