Pakar Urologi Ungkap Alasan Kasus Batu Ginjal di RI Tinggi
GH News August 27, 2026 03:11 PM
Jakarta -

Indonesia ternyata masuk dalam kawasan 'stone belt of the world' atau wilayah dengan persentase pengidap batu ginjal dan saluran kemih yang tergolong tinggi. Kondisi iklim tropis hingga kebiasaan harian masyarakat ditengarai menjadi pemicu utama di balik fenomena ini.

Spesialis urologi dari Bethsaida Hospital, dr Boyke Budiman Sumantri, SpU, menjelaskan bahwa julukan tersebut muncul berdasarkan proporsi kasus penderita batu ginjal yang ditemukan di tanah air.

"Artinya Indonesia ini paling banyak penduduknya yang menderita batu di ginjal dan saluran kencing. Ini penelitiannya secara persentase," ungkap dr Boyke dalam program detikSore, Rabu (26/8/2026).

dr Boyke membeberkan beberapa alasan di balik tingginya kasus tersebut. Faktor lingkungan, seperti cuaca Indonesia yang cenderung panas dan lembap (humid) membuat tubuh lebih mudah kekurangan cairan.

Selain itu, kandungan endapan dari air minum yang dimasak di beberapa wilayah juga turut memengaruhi.

Tak hanya lingkungan, faktor gaya hidup sehari-hari juga memegang peranan besar. Kebiasaan kurang minum air putih yang dipadukan dengan pola makan tidak teratur, seperti gemar mengonsumsi gorengan maupun camilan kacang-kacangan, menjadi pemicu terbentuknya batu ginjal.

Ia menegaskan seluruh jenis makanan yang dikonsumsi akan diserap oleh tubuh dan disaring melalui ginjal. Dalam proses filtrasi tersebut, ginjal mengurai sisa makanan yang berpotensi mengkristal.

"Nah kristal ini kalau tersimpan di ginjal, kalau tidak ada olahraga, kurang minum, akibatnya dia akan mengumpul menjadi batu. Makanya jadinya ginjalnya bekerja lebih keras," jelas dr Boyke.

Demi mencegah risiko terbentuknya batu ginjal, dr Boyke mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan tubuh dengan menjalankan pola hidup seimbang.

"Maka alangkah baiknya kita hidup seimbang. Menjadi manusia yang mengerti mengenai masalah diri kita dengan makan yang sesuai, minum yang sesuai dan cukup, olahraga juga istirahat pun demikian," tutupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.