BANJARMASINPOST.CO.ID - Viral benda mirip peluru nyaris termakan bocah SDN Sindangsari Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara sata hendak menyantap sajian Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Kini SPPG yang menyediakan hidang MBG tersebut kena suspend atau diberhentikan sementara.
Masuknya benda asing tersebut ke MBG masih diselidiki asal muasalnya.
Beruntung, bocah SD itu belum sampai tertelan benda mirip peluru tersebut.
Baca juga: BWS Ungkap Cadangan Air Embung di Kalsel Mulai Menipis
Baca juga: Mobil Masuk Selokan di KCG Banjarbaru Berhasil Dievakuasi, Tak Ada Korban dalam Insiden ini
Kejadian itu terungkap usai beredar video seorang guru yang memperlihatkan benda tersebut dalam potongan daging.
Temuan tersebut kemudian memicu pertanyaan mengenai keamanan dan pengawasan makanan yang diproduksi oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sindangsari.
Dalam video yang beredar, seorang guru tampak memperlihatkan benda menyerupai peluru yang ditemukan di dalam potongan daging.
Guru tersebut menyebut benda itu ditemukan oleh salah seorang siswanya bernama Ardi.
"Ini murid saya kelas 5, Ardi menemukan satu buah peluru senapan angin di dalam daging," ujar guru tersebut dalam rekaman video.
Ia juga mempertanyakan bagaimana benda yang diduga peluru tersebut dapat berada di dalam makanan yang disajikan kepada para siswa.
"Ini peluru senapan angin di dalam daging dari dapur MBG Sindangsari," katanya.
Guru tersebut kemudian meminta pihak pengelola dapur MBG memberikan pertanggungjawaban atas temuan tersebut.
Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Lampung, Fitra Alfarisi, membenarkan adanya laporan mengenai temuan benda asing tersebut.
Fitra mengatakan operasional SPPG Sindangsari untuk sementara dihentikan atau disuspensi.
Penghentian dilakukan sembari tim melakukan penelusuran untuk mengetahui asal-usul benda yang ditemukan di dalam potongan daging tersebut.
"Dapurnya sudah disuspen. Saat ini tim kami masih mencari tahu peluru senapan angin itu berasal dari mana," kata Fitra.
Menurut Fitra, laporan mengenai kejadian tersebut sebenarnya telah diterima pihaknya sebelum video temuan itu viral di media sosial.
Peristiwa tersebut disebut terjadi pada rentang 14 hingga 16 Agustus 2026.
"Peristiwa itu terjadi antara tanggal 14 sampai 16 Agustus, laporannya sudah masuk ke kami. Kami sudah cek, tetapi video viralnya juga sudah kami monitor," ujarnya.
Untuk memastikan benda yang ditemukan tersebut, sampel daging yang diduga berisi benda menyerupai peluru telah diserahkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Utara.
Pemeriksaan dan uji laboratorium dilakukan untuk mendapatkan kepastian mengenai benda tersebut sekaligus menelusuri kemungkinan sumbernya.
Fitra menegaskan pihaknya belum dapat menyimpulkan bagaimana benda tersebut bisa masuk ke dalam makanan sebelum hasil pemeriksaan dan penelusuran selesai.
"Kami masih menunggu hasil penelusuran mengenai asal-usul benda tersebut serta memastikan bagaimana benda itu bisa masuk ke dalam makanan," katanya.
Dengan demikian, dugaan bahwa benda tersebut merupakan peluru senapan angin masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
Kasus tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pelaksanaan program MBG, khususnya terkait pengawasan proses pengolahan hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.
Fitra meminta seluruh SPPG di wilayah Lampung dan Bengkulu memperketat pengawasan terhadap kualitas makanan yang diberikan kepada masyarakat.
"Kami mengimbau seluruh SPPG di wilayah Lampung dan Bengkulu untuk berkomitmen menyajikan menu yang higienis, memenuhi kecukupan gizi, dan lezat," ujarnya.
Ia juga menegaskan pihaknya terbuka terhadap laporan, masukan, maupun kritik dari masyarakat terkait pelaksanaan program MBG.
"Kami sangat terbuka terhadap masukan dan kritik. Ini menjadi vitamin buat kami untuk perbaikan," kata Fitra. (Tribuntrends.com/ banjarmasinpost.co.id)