Kisah Masa Kecil Menteri Bahlil Diangkat Jadi Serial Animasi 'Melangkah dari Timur'
Willem Jonata August 27, 2026 04:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Viral di media sosial potongan serial animasi Indonesia yang berjudul Melangkah dari Timur.

Serial animasi itu memperlihatkan seorang anak laki-laki yang tinggal di Wilayah Timur Indonesia dan berjuang untuk menggapai mimpi.

Karakter Baha yang menjadi karakter utama di serial tersebut rupanya representasi dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia.

Hal itu dikonfirmasi oleh Eminensi selaku produser dari serial tersebut ketika dihubungi oleh Tribunnews.com. 

Ia pun menceritakan soal ide utama dari serial yang rencananya akan tayang delapan episode.

Baca juga: Canda Bahlil Singgung Eksekusi Program PLTS Bali di Kandang Merah

"Iya bener, jadi ini series animasi delapan episode yang menceritakan mengenai kehidupan di masa kecil dari SD, SMP sampai SMA dari Menteri Bahlil Lahadalia,” ujar Eminensi kepada Tribunnews.com, Kamis (27/8/2026).

Cerita dalam serial ini mengambil sejumlah pengalaman yang disebut berasal dari perjalanan hidup Bahlil, termasuk kondisi ekonomi keluarga dan pengalaman menjalani pendidikan dengan keterbatasan fasilitas.

Salah satu bagian yang diangkat adalah pengalaman belajar dengan menggunakan lampu berbahan bakar minyak sebagai sumber penerangan.

Pengalaman tersebut kemudian dikembangkan ke dalam bentuk cerita animasi dengan sejumlah penyesuaian dramatik.

Eminensi mengatakan ide pembuatan serial tersebut pada awalnya bukan berasal dari Bahlil.

Dikatakan Eminensi pada awalnya Bahlil belum mengetahui rencana pembuatan serial tersebut ketika ide itu mulai digarap.

“Bukan dari beliau, malah beliau nggak tahu kalau mau bikin film animasi ini,” katanya.

Dari sisi produksi, pengerjaan animasi disebut berlangsung sekitar tiga bulan sejak tahap diskusi awal. Produksinya dikerjakan bersama Patopo Animation dari Bandung.

"Sekitar tiga bulan sih, dari kita diskusi. Jadi animasi ini dibuat sama Patopo Animation dari Bandung, biasanya emang mereka mengerjakan film animasi," bebernya.

Format serial dibuat cukup singkat, yakni tujuh menit untuk setiap episode. Ceritanya tidak disusun sepenuhnya secara kronologis, melainkan menggunakan kilas balik dan narasi Baha versi dewasa sebagai penghubung perjalanan hidup tokoh utamanya.

Eminensi kemudian menjelaskan alasan serial animasi itu ditayangkan di Youtube secara gratis yang mudah diakses semua orang.

“Kita kasih nonton gratis di YouTube karena mau kasih motivasi ke masyarakat luas. Kalau ke layar lebar, mungkin dibutuhkan dana yang besar,” ujar Eminensi.

Serial tersebut semula direncanakan sebagai hadiah ulang tahun Bahlil yang ke-50 dan ditargetkan tayang pada 7 Agustus. 

Namun, karena kendala teknis, jadwal penayangan kemudian bergeser hingga 25 Agustus 2026 lalu.

(Tribunnews.com/ Bayu Indra Permana)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.