159 Legislator hingga Kepala Daerah NasDem Sulsel Bakal Konsolidasi di Makassar
Ari Maryadi August 27, 2026 03:06 PM

 

TRIBUN-TIMUR, MAKASSAR - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Sulawesi Selatan (Sulsel) dijadwalkan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) sekaligus konsolidasi besar-besaran di Hotel Claro, Jl AP Pettarani, Makassar, pada Sabtu (29/8/2026). 

Agenda strategis ini bakal menghadirkan seluruh elemen kekuatan partai, mulai dari 159 anggota fraksi legislatif, para kepala daerah kader NasDem, hingga 24 Ketua DPD NasDem se-Sulsel.

Rencana konsolidasi tersebut dibenarkan langsung Sekretaris DPD NasDem Sulsel, Andi Rachmatika Dewi.

"Ya, kita kembali melaksanakan konsolidasi. Ini dalam rangka persiapan menjelang tahun-tahun politik 2029, sekaligus membahas kesiapan struktur serta tantangan ke depan yang diprediksi akan makin dinamis," ujar figur yang akrab disapa Cicu tersebut saat ditemui di Gedung DPRD Sulsel, Kamis (27/8/2026).

Konsolidasi ini menjadi momen krusial mengingat lonjakan capaian signifikan Partai NasDem di Sulsel. 

Pada Pemilu 2024, Partai NasDem mencatatkan rekor impresif dengan mengamankan total 159 kursi DPRD di Sulsel. 

Dari jumlah tersebut, sebanyak 142 kursi diraih di tingkat kabupaten dan kota.

Perolehan ini meningkat pesat dibanding Pemilu 2019 yang mencatatkan 105 kursi.

Tak hanya itu, NasDem menorehkan sejarah baru di tingkat provinsi dengan menyabet 17 kursi DPRD Sulsel. 

Hasil ini resmi mengakhiri dominasi Partai Golkar yang memperoleh 14 kursi di DPRD Sulsel. 

Catatan bersejarah ini memastikan kursi Ketua DPRD Sulsel periode 2024–2029 menjadi milik kader partai besutan Surya Paloh.

Atas capaian ini, Andi Rachmatika Dewi diamanahkan menjabat sebagai Ketua DPRD Sulsel.

Tak hanya itu, 10 kader NasDem kini menduduki posisi Ketua DPRD dan 9 lainnya menjabat Wakil Ketua DPRD di Sulsel.

Agenda konsolidasi ini juga dipastikan bakal dihadiri kepala daerah yang merupakan kader Partai NasDem.

Di antaranya Ketua DPW NasDem Sulsel yang juga Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif.

Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau.

Wali Kota Parepare Tasming Hamid, Bupati Pinrang Andi Irwan Hamid, Bupati Jeneponto Paris Yasir, hingga Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam.

Kendati merengkuh hasil manis, Politisi yang akrab disapa Cicu ini menegaskan partainya tidak ingin terbuai capaian tersebut.

Konsolidasi intensif hingga ke tingkat akar rumput tetap harus dijalankan secara berkesinambungan.

Sebeb, tantangan Pemilu 2029 diprediksi makin kompleks. 

Selain penguatan internal, forum ini juga dilaksanakan untuk merespons pelbagai isu strategis nasional.

Konsolidasi ini turut merespons Putusan MK Nomor 128/PUU-XXIV/2026 mengenai aturan baru pemilu. 

Putusan tersebut mewajibkan setiap partai politik memenuhi kuota minimal 30 persen keterwakilan perempuan di tiap daerah pemilihan. 

Terkait regulasi keterwakilan perempuan tersebut, Cicu menegaskan hal itu bukanlah hal baru bagi Partai NasDem. 

Sebab, dalam setiap perhelatan pemilu, representasi kader perempuan selalu menjadi prioritas utama partainya.

"Kalau putusan MK terbaru, sebenarnya NasDem tidak terganggu karena dari dulu kuota 30 persen perempuan sudah selalu terpenuhi secara tertib," tambahnya.

Agenda konsolidasi regional ini dipastikan makin berbobot lantaran dihadiri langsung perwakilan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem.

Yakni Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP NasDem, Nining Indra Saleh.

Kehadiran jajaran pimpinan pusat mendasari munculnya spekulasi mengenai kemungkinan dimulainya pembahasan pemetaan pencalekan dini bagi para kader potensial. 

Cicu pun tidak menampik kemungkinan bahasan tersebut. 

“Bisa jadi (membahas pencalekan dini), karena ada pengurus dari DPP Nasdem yang hadir langsung," tandasnya.

Sementara terkait isu kepindahan kader ke partai lain, NasDem Sulsel memilih bersikap santai dan tidak mengagendakan pembahasan khusus. 

Menurut Cicu, pilihan berpartai merupakan hak pribadi setiap individu.

Sehingga fokus utama NasDem Sulsel saat ini murni tertuju pada penguatan struktur dan soliditas partai menyongsong Pemilu 2029.

“Kalau persoalan itu sebenarnya kita tidak pernah rapatkan secara khusus. Karena kan menurut saya pilihan politik itu kan masing-masing pribadi. Kalau memang tidak sudah tidak nyaman di NasDem. Maksudnya itu pilihan pribadi lah buat mereka,” tandasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.