Laporan Reporter TRIBUNFLORES. COM, Robert Ropo
TRIBUNFLORES.COM, BORONG---Pemerintah Kecamatan Lamba Leda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengupdate data sementara jumlah korban dampak gempa Flores berkuatan magnitudo 7,7 pada, Sabtu 15 Agustus 2026 kemarin.
Camat Lamba Leda Selatan, Benyamin Dansis, SP, kepada TRIBUNFLORES.COM, Kamis 27 Agustus 2026, menerangkan, jumlah korban sementara dampak gempa Flores dimana 4 orang meninggal dunia, 25 orang luka berat dan 61 luka ringan dengan total 90 orang korban.
Camat Benyamin juga menerangkan, bukan hanya korban jiwa dan korban luka-luka, namun dampak gempa dahsyat itu juga merusak banyak bangunan rumah milik warga dan banyak fasilitas publik seperti puskesmas, sekolah, dan lain sebagainya.
Camat Benyamin juga menerangkan, adapun data sementara kerusakan bangunan dari 21 desa dan 3 kelurahan dimana total rusak ringan 1.731, rusak sedang 721, dan rusak berat sebanyak 912 unit dengan total keseluruhan sebanyak 3.434 bangunan di wilayah kecamatan Lamba Leda Selatan rusak.
Baca juga: Lambertus: Kami Tidak Bisa Tinggal di Rumah Karena Roboh, Relawan UMI Bawa Bantuan dan Layanan Medis
Warga Dusun Dewuk Tinggalkan Kampung
Camat Benyamin juga menerangkan, dampak gempa Flores itu kerusakan paling parah di Dusun Deruk, Desa Lenang. Di mana hampir seluruh rumah warga rusak berat hingga ambruk rata tanah.
Bahakan di kampung itu, kata Benyamin, tanah terlihat retak-retak besar dampak guncangan gempa bumi itu. Kondisi membuat semua warga di kampung itu lari mengungsi ke kampung lain.
Hal ini dibenarkan oleh Kepala Desa Lenang Yosef Jasa. Yosef menerangkan dampak gempa bumi itu semua rumah milik warga di kampung itu mengalami kerusakan berat, bahakan sebagian rumah ambruk rata tanah. Terdapat sebanyak 70 lebih rumah di kampung itu dengan total keseluruhan warga Desa Lenang yang terdampak sebanyak 1.041 jiwa.
Bukan hanya itu, dampak gempa bumi itu juga terdapat tanah retak-retak di tengah kampung itu. Karena itu seluruh warga kampung memilih mengungsi di tetangga kampung.
"Pasca gempa itu, semua warga langsung lari dan mengungsi di tenda pengungsian di dekat kampung itu. Untung saja tidak ada korban jiwa hanya sejumlah warga alami luka ringan karena terkena runtuhan bangunan,"terangnya.
Sudah Dapat Bantuan
Camat Benyamin juga mengatakan, seluruh masyarakat korban gempa di kecamatan Lamba Leda Selatan sampai dengan saat ini sudah mendapatkan bantuan sembako maupun logistik lain dari pemerintah baik bantuan presiden, dari BNPB, maupun bantuan lain yang bersumber baik dari pemerintah, lembaga swasta dan lain sebagainya. (rob)