TRIBUNPALU.COM - "Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah membuka peluang kerja sama strategis dengan Pemerintah Jerman dalam pengembangan sektor pertanian, perkebunan, perdagangan, perikanan, hingga pengelolaan sumber daya mineral secara berkelanjutan," tegas Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A Lamadjido, saat menerima kunjungan Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, di Kantor Gubernur Sulteng.
Dalam pertemuan tersebut, Wagub Reny mengungkapkan bahwa kolaborasi ini sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang kaya akan potensi alam.
“Insya Allah kita akan membangun kerja sama di bidang pertanian, perkebunan, perdagangan, maupun perikanan. Sulawesi Tengah memiliki potensi yang besar dan membutuhkan kolaborasi untuk mengembangkan potensi tersebut secara berkelanjutan,” ujar Wagub Reny.
Wagub menjelaskan bahwa salah satu tantangan utama yang dihadapi daerah saat ini adalah penurunan produktivitas komoditas unggulan seperti kakao, meski produksinya sempat menyentuh angka 126.516 ton pada 2025.
Masalah tanaman tua, hama, alih fungsi lahan, dan cuaca ekstrem menjadi alasan utama Pemprov Sulteng mendorong hilirisasi serta penguatan teknologi budidaya.
Baca juga: Kronologi Terbakarnya Truk Tangki Solar di Balantak Utara Banggai, Diduga Mobil Gagal Menanjak
“Semua bagian dari komoditas harus memiliki nilai ekonomi. Dengan hilirisasi, masyarakat tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi mendapatkan manfaat yang lebih besar,” tambah Wagub.
Menanggapi hal tersebut, Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, menyampaikan komitmen negaranya untuk memfasilitasi masuknya investasi dan teknologi ke Sulawesi Tengah, termasuk pada sektor pertambangan dan mineral.
“Kerja sama ini tidak hanya mencakup pertanian dan perkebunan, tetapi juga sektor mineral. Kami siap membantu mencocokkan peluang bisnis yang ada di Sulawesi Tengah dengan perusahaan-perusahaan Jerman yang memiliki ketertarikan untuk berinvestasi,” kata Ralf Beste.
Pertemuan resmi tersebut diakhiri dengan penyerahan plakat sebagai simbol penguatan komitmen investasi, transfer teknologi, dan kemitraan strategis antara kedua belah pihak. (*)