Kisah Pilu Kecelakaan Maut Boyolali, Mertua Tahan Tangis Temukan Motor Menantu Ludes Terbakar
Ryantono Puji Santoso August 27, 2026 03:15 PM

‎Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

‎TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Tangis haru tertahan di wajah seorang pria lanjut usia saat mendapati sepeda motor milik menantunya rusak parah dan ludes terbakar di lokasi kecelakaan maut tanjakan Kenteng, Jalan Semarang-Solo, Jawa Tengah pada Rabu (26/8/2026).

Pria yang merupakan ayah mertua Marwoto (50), warga Desa Klero, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, itu awalnya tidak mengetahui menantunya mengalami kecelakaan.

Ia bersama keluarga hendak menuju rumah duka di Desa Kebon Bimo, Kecamatan Boyolali, untuk takziah kepada kerabat. Rombongan berangkat menggunakan mobil sedan, sedangkan Marwoto memilih mengendarai sepeda motor Honda Tiger karena kapasitas mobil tidak mencukupi.

"Anak mantu saya pakai motor sendiri," katanya saat ditemui di lokasi.

Rombongan keluarga kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan mobil. Mereka bahkan sempat berhenti untuk mengisi bahan bakar.

Namun, sesampainya di rumah duka, keluarga justru tidak mendapati Marwoto.

"Saya kagetnya saat tiba di rumah duka. Padahal kami mengendarai mobil dan sempat isi bensin. Tapi kok dia belum sampai," tuturnya.

Rasa khawatir pun muncul. Ayah mertua Marwoto bersama keluarga akhirnya memutuskan kembali menyusuri jalan yang sebelumnya mereka lewati.

Perjalanan itu berujung pada kenyataan pahit.

KOLASE. Sepeda motor Honda Tiger terbakar dalam kecelakaan di turunan Kenteng, Jalan Solo-Semarang, Rabu (26/8/2026).
KOLASE. Sepeda motor Honda Tiger terbakar dalam kecelakaan di turunan Kenteng, Jalan Solo-Semarang, Rabu (26/8/2026). (TribunSolo.com/Istimewa)

Berusaha Menahan Air Mata

Sesampainya di tanjakan Kenteng, ia melihat sepeda motor Honda Tiger milik menantunya dalam kondisi rusak parah dan ludes terbakar setelah terlibat kecelakaan dengan sebuah pikap boks.

Pria yang mengenakan peci hitam itu tampak syok.

Berdiri di sekitar lokasi, ia terlihat berusaha keras menahan air mata ketika mengetahui kendaraan yang digunakan menantunya telah mengalami kecelakaan.

Dari lokasi kejadian, keluarga kemudian mendapat informasi bahwa Marwoto telah dievakuasi ke RSUD Pandan Arang Boyolali untuk mendapatkan penanganan medis.

Baca juga: Terungkap, Ini Isi Pembicaraan Respati Ardi dan Fadli Zon di Solo

Namun, harapan keluarga pupus. Nyawa Marwoto tidak tertolong.

Marwoto meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan dalam perjalanan menuju rumah duka.

Kecelakaan maut tersebut terjadi ketika Honda Tiger yang dikendarai Marwoto dihantam pikap boks dari belakang di tanjakan Kenteng, Jalan Semarang-Solo.

Bagi keluarga, perjalanan menuju rumah duka yang semula menjadi agenda takziah justru berubah menjadi kabar duka. Sang menantu yang mereka tunggu tiba, ternyata menjadi korban kecelakaan maut di perjalanan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.