Darmawangsyah Muin Tekankan Bela Negara Dimulai dari Menjaga Kerukunan
Saldy Irawan August 27, 2026 03:22 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, GOWA - Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, menekankan pentingnya kesadaran bela negara dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, bela negara tidak hanya dilakukan saat berada di medan perang. Bela negara juga dapat diwujudkan dengan menjaga keamanan, kerukunan, persatuan, serta ikut mendorong kemajuan bangsa.

Hal itu disampaikan Darmawangsyah saat menghadiri Workshop Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN) yang digelar Kementerian Pertahanan Republik Indonesia di Gedung Serbaguna LL, Samata, Kecamatan Somba Opu, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Gowa Andry Maurityz MK, Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kabupaten Gowa Emy Pratiwi Luthfy, sejumlah pimpinan SKPD, para camat, serta 157 kepala desa di Gowa.

"Bela negara bukan hanya perang. Hakikatnya bagi kami adalah bagaimana melihat bangsa ini maju dan berkembang, menjaga kelestarian kehidupan berbangsa serta menjaga kerukunan antardaerah," kata Darmawangsyah.

Ia mengatakan bela negara merupakan tanggung jawab seluruh warga negara.

Bentuknya dapat dilakukan dengan menjaga keamanan, kerukunan, persatuan, dan ikut membangun daerah.

Darmawangsyah berharap program PKBN tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.

Ia mendorong agar program tersebut dapat diperluas ke seluruh kabupaten dan kota hingga tingkat kecamatan.

"Kami merasa tersanjung kegiatan ini dilaksanakan di Gowa. Kami berharap program seperti ini ke depan bisa dilaksanakan di seluruh kabupaten dan kota, bahkan sampai di kecamatan," ujarnya.

Ia juga mengapresiasi pemerintah desa dan kelurahan yang ikut menjaga keamanan dan ketenteraman masyarakat.

Menurutnya, kondisi Gowa yang relatif kondusif tidak lepas dari kerja sama pemerintah daerah, TNI dan Polri.

"Kami sangat mengapresiasi keamanan di Gowa. Pemerintah desa dan kelurahan mampu menjaga keamanan dan ketenteraman masyarakat. Kerja sama TNI, Polri dan pemerintah terus terjalin sehingga pemerintahan dapat berjalan dengan baik," katanya.

Pemkab Gowa, lanjut Darmawangsyah, siap mendukung program pembinaan bela negara. Pemkab juga membuka peluang untuk mengembangkan dan menganggarkan kegiatan tersebut pada tahun berikutnya.

"Insyaallah, di Gowa, apapun kegiatannya kami akan support. Ini merupakan pilot project dan kami berharap bisa dilaksanakan kembali pada tahun selanjutnya," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Bela Negara Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Brigjen TNI Parluhutan Marpaung, mengatakan bela negara merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

"Bela negara bukan tanggung jawab Kementerian Pertahanan, TNI atau Polri. Ini merupakan tanggung jawab bersama, termasuk pemerintah kabupaten dan seluruh masyarakat," kata Parluhutan.

Ia mengatakan sumber daya manusia dan sumber daya alam Indonesia harus diarahkan untuk memberi manfaat bagi kepentingan bangsa dan negara.

Parluhutan menyebut bela negara merupakan panggilan hati dan jiwa karena setiap warga memiliki rasa memiliki terhadap daerah dan negaranya.

"Bela negara adalah panggilan hati dan panggilan jiwa. Kita hidup di negara ini, kita memiliki rasa memiliki. Gowa ini milik kita dan berharga. Bagaimana kita menjaga Gowa tetap aman dan tenteram," ujarnya.

Menurut Parluhutan, workshop tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun sikap mental dan karakter masyarakat.

Hal ini penting karena masyarakat, terutama generasi muda, menghadapi perubahan teknologi yang cepat.

Ia menyoroti penggunaan media sosial yang membuat generasi muda mendapat akses informasi dalam jumlah besar.

Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam membangun karakter.

"Era sekarang sudah berbeda. Generasi kita sudah masuk dalam pembelajaran media digital yang hampir tidak terkontrol dan tidak terkendalikan, baik oleh guru maupun orang tua. Karena itu, membangun karakter pada era kekinian sangat sulit dibandingkan zaman dulu," katanya.

Parluhutan mengingatkan ancaman terhadap negara tidak hanya berupa ancaman militer.

Ancaman juga dapat muncul dalam bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, hingga ruang siber.

Karena itu, ia mendorong masyarakat meningkatkan literasi digital dan tidak mudah percaya atau menyebarkan informasi yang diterima melalui media sosial.

Selain literasi digital, Parluhutan menyoroti perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Menurutnya, penguasaan AI penting untuk memanfaatkan bonus demografi dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Ia mendorong generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menguasai dan memanfaatkannya secara produktif.

"Penguasaan kecerdasan buatan menjadi kunci utama bagi Indonesia untuk mengubah bonus demografi menjadi pertumbuhan ekonomi yang nyata," ujarnya.

Parluhutan berharap peserta workshop dapat menerapkan nilai bela negara di lingkungan masing-masing dan menjadi penggerak kesadaran bela negara di masyarakat.

"Kesadaran bernegara yang kuat adalah harga mati bagi kita semua. Menghadapi berbagai ancaman tersebut, kita melaksanakan workshop bela negara. Semoga seluruh peserta dapat menjadi duta bela negara," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.