Profesi Supriyono Botok Aktivis AMPB yang Rekening Rp80 Juta Miliknya Mendadak Diblokir Bank
Rusaidah August 27, 2026 04:03 PM

 

BANGKAPOS.COM -- Nama Supriyono alias Botok, Aktivis Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menyita perhatian publik belakangan ini.

Sosoknya mendadak mencuat setelah rekening donasi yang digunakan dalam aksi AMPB disebut diblokir oleh pihak bank.

Namun, siapa sangka di balik perannya memimpin pergerakan massa dari Pati, Jawa Tengah, menuju Jakarta, kehidupan Botok ternyata jauh dari kesan sebagai tokoh politik.

Di kampung halamannya, ia dikenal sebagai pelaku usaha kecil yang menjalani aktivitas sehari-hari seperti masyarakat pada umumnya.

Profesi Keseharian Botok

Humas AMPB, Didik, mengungkap keseharian Supriyono alias Botok selama berada di Pati.

Menurut Didik, Botok merupakan pelaku usaha kecil. 

Baca juga: Siapa Botok yang Rekening Rp80 Juta Mendadak Diblokir Lalu Diberi Wanita Misterius Segepok Uang

Ia memiliki warung sekaligus usaha tambal ban yang dijalankan di kampung halamannya.

"Mas Botok itu punya warung juga, punya toko tambal ban," ujar Didik.

Didik mengatakan anggota AMPB lainnya juga berasal dari berbagai latar belakang profesi. Mereka tidak hanya terdiri dari satu kelompok pekerjaan tertentu.

Sebagian anggota menjalankan usaha sendiri, termasuk usaha di bidang logam. 

Ada pula anggota lain yang memiliki pekerjaan dan usaha berbeda.

"Kalau untuk aktivitas sehari-hari kita dari beragam macam profesi," kata Didik.

Sosok Supriyono Botok

Supriyono atau Botok lebih sering muncul sebagai koordinator lapangan dalam aksi-aksi besar AMPB.

Ia dikenal dengan suara lantangnya dalam menyuarakan penolakan terhadap kebijakan daerah yang dianggap merugikan rakyat, seperti kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Botok juga menekankan pentingnya menjaga aksi tetap dalam koridor hukum.

Baca juga: Peran Tiga Pria Selundup 4,9 Ton LTJ Ratusan Juta, Warga Kelapa Diduga Pengendali Sekaligus Pemilik

Dalam sebuah pernyataan, ia menyebut bahwa warga tidak akan lagi melakukan unjuk rasa apabila Bupati ditetapkan sebagai tersangka, sebagai bentuk komitmen untuk menjaga ketertiban.

Nama Botok pernah dikaitkan dengan tudingan sebagai provokator dalam sebuah flyer yang tersebar di media sosial.

Namun, isu tersebut kemudian dianggap hoaks.

Bagi warga Pati, Botok lebih dikenal sebagai aktivis yang berani bersuara dan konsisten mendampingi perjuangan masyarakat bawah.

Botok bersama rekannya, Teguh Istiyanto pernah menjadi prsakitan karena dugaan menjadi provokator aksi blokade Jalan Pantura Pati yang terjadi pada 31 Oktober 2025 lalu.

Aktivis Supriyono alias Botok mengungkap rekening miliknya diblokir menjelang rencana aksi demonstrasi di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada Kamis (27/8/2026).
Aktivis Supriyono alias Botok mengungkap rekening miliknya diblokir menjelang rencana aksi demonstrasi di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada Kamis (27/8/2026). (Dok istimewa/Tribun Jateng)

Di sidang, Botok dan Teguh divonis 6 bulan penjara. 

Dalam sidang yang digelar di Ruang Cakra PN Pati pada Kamis (5/3/2026), majelis hakim menyatakan kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penghasutan di muka umum secara bersama-sama. 

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa 1 dan terdakwa 2 dengan pidana penjara masing-masing selama 6 bulan," ujar Hakim Fauzan Haryadi saat membacakan putusan.

Kendati divonis 6 bulan, hakim memberikan keringanan berupa pidana pengawasan.

Artinya, kedua aktivis tersebut tidak perlu mendekam di dalam lembaga pemasyarakatan, asalkan tidak mengulangi tindak pidana dalam masa percobaan.

"Memerintahkan pidana tersebut tidak perlu dijalani dengan syarat umum mereka tidak akan melakukan tindak pidana lagi selama menjalankan pidana pengawasan dalam waktu 10 bulan," lanjut Fauzan.

Dalam pertimbangannya, majelis hakim menilai perbuatan para terdakwa merupakan reaksi spontan atas kekecewaan dan bentuk solidaritas sebagai aktivis dalam menyampaikan aspirasi masyarakat, bukan sebuah perbuatan yang direncanakan secara matang. 

Hakim juga mempertimbangkan sikap kooperatif terdakwa 1 yang berjanji akan lebih berhati-hati dalam berdemonstrasi, serta status terdakwa 2 yang baru pertama kali terjerat pidana.

"Majelis hakim berpendapat bahwa tidak layak jika membiarkan para terdakwa terlalu lama mendekam dalam penjara," tegas Fauzan dalam persidangan.

Atas putusan tersebut, majelis hakim memerintahkan agar Botok dan Teguh segera dikeluarkan dari tahanan setelah sidang ditutup.

Diberi Wanita Misterius Segepok Uang

Di saat rekening Botok diblokir pihak bank, muncul sosok wanita misterius memberikan segepok uang untuk aktivis ini.

Momen tersebut terjadi di tengah persiapan aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menjelang demo di Jakarta pada Kamis, 27 Agustus 2026.

Seorang wanita yang belum diketahui identitas lengkapnya tiba-tiba menghampiri koordinator AMPB, Supriono alias Botok, di sekitar Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, pada Senin (24/8/2026).

Baca juga: Identitas Pemilik dan Pengendali yang Ditangkap Mau Lundup 4,9 Ton LTJ Ratusan Juta di Bangka Barat

Dikutip Tribun Style dari tayangan video Wartakota pada Selasa (25/8/2026), wanita tersebut terlihat membawa sejumlah uang tunai yang kemudian diberikan kepada Botok.

Momen itu terekam dalam video dan menjadi perhatian orang-orang yang berada di lokasi.

Lantas siapa sosok wanita tersebut?

Dalam video, wanita itu terlihat menunjukkan kartu identitas berupa KTP kepada orang-orang di sekitarnya.

Sejumlah massa yang berada di lokasi kemudian menyebut wanita tersebut merupakan warga Pati berdasarkan identitas yang ditunjukkan.

Meski demikian, identitas lengkapnya belum diketahui. Belum ada pula keterangan resmi yang memastikan siapa dirinya ataupun alasan ia datang menemui Botok.

Datang Naik SUV Hitam

Dalam rekaman video, wanita tersebut terlihat tiba menggunakan sebuah mobil SUV berwarna hitam.

Ia mengenakan pakaian berwarna gelap sebelum berjalan menghampiri Botok yang ketika itu berada bersama sejumlah massa dari Pati.

Setelah berbincang singkat, wanita itu tampak menyerahkan sejumlah uang tunai kepada Botok. 

Uang yang diberikan terlihat cukup tebal atau dalam jumlah yang cukup banyak.

WANITA MISTERIUS
WANITA MISTERIUS -- Saat rekening Botok diblokir pihak bank, muncul sosok wanita misterius memberikan segepok uang. Dok istimewa)

Namun, hingga kini belum diketahui secara pasti berapa nominal uang yang diserahkan.

Uang Disebut untuk Botok, Tujuannya Belum Terungkap

Narasi  menyebut wanita itu memberikan uang kepada Botok dalam konteks persiapan aksi masyarakat Pati.

Baca juga: Harga BBM Hari Ini 27 Agustus 2026 Terbaru di SPBU Seluruh Provinsi, Segini Pertamax dan Dexlite

Namun, belum diketahui secara pasti apakah uang tersebut merupakan sumbangan untuk kebutuhan aksi 27 Agustus atau memiliki tujuan lain.

Jumlah uang yang diberikan juga belum diketahui.

Botok maupun pihak AMPB sejauh ini belum memberikan penjelasan mengenai peristiwa ini, termasuk mengenai identitas wanita, nominal uang, serta tujuan pemberian uang.

Wanita Langsung Pergi Usai Beri Uang

Usai menyerahkan uang, wanita berbaju hitam ini tidak terlihat berlama-lama di lokasi.

Ia kemudian kembali menuju mobil SUV hitam yang digunakannya dan meninggalkan kawasan Gedung DPR/MPR RI.

Dalam rekaman terdengar pula percakapan singkat antara orang-orang di sekitar lokasi yang menyapa wanita tersebut.
Berkumpul dari Keresahan yang Sama

Meski memiliki latar belakang berbeda, para anggota AMPB kemudian berkumpul dalam satu wadah karena merasa memiliki keresahan dan tujuan yang sama.

Didik mengatakan AMPB terbentuk dari masyarakat yang mengaku resah terhadap perilaku pejabat yang mereka anggap zalim maupun korup.

"Kita berkumpul jadi satu di Aliansi Masyarakat Pati Bersatu karena kami mempunyai satu visi, satu visi misi," ujar Didik.

Menurut dia, keresahan tersebut menjadi salah satu alasan mereka memilih terlibat dalam gerakan dan menyampaikan aspirasi secara bersama-sama.

"Kita dalam keresahan menolak pejabat-pejabat zalim dan juga pejabat koruptor yang ada di RI," katanya.

AMPB Tak Utamakan Euforia Aksi

Di tengah sorotan publik terhadap pergerakan massa AMPB dari Pati ke Jakarta, Didik menegaskan bahwa kelompok tersebut tidak menjadikan popularitas atau euforia sebagai tujuan utama.

Menurut dia, yang lebih penting bagi AMPB adalah memastikan tuntutan yang mereka sampaikan mendapat perhatian dan ditindaklanjuti.

"Sebenarnya kalau euforia itu kita enggak terlalu kita utamakan. Sebenarnya kita utamakan tuntutan kita terlebih dahulu," kata Didik.

Ia berharap tuntutan yang dibawa AMPB dapat diwujudkan oleh lembaga terkait.

Tuntutan AMPB: Dorong RUU Perampasan Aset dan Hukuman Mati Koruptor

Salah satu tuntutan yang disoroti AMPB adalah agar DPR segera mengesahkan RUU Perampasan Aset.

Selain itu, mereka juga menyuarakan tuntutan agar pelaku korupsi mendapatkan hukuman yang lebih berat, termasuk hukuman mati.

Baca juga: Dilapor Mahasiswa UBB, Besok Wagub Hellyana Jalani Sidang Perdana Dugaan Kasus Ijazah Palsu

Didik mengatakan apabila tuntutan tersebut benar-benar diwujudkan, euforia masyarakat Indonesia diyakini akan muncul dengan sendirinya.

"Semoga nanti jika benar-benar tuntutan kita dilaksanakan sama DPR, segera disahkan juga itu RUU Perampasan Aset. Kalau bisa hukum mati koruptor, itu baru nanti mungkin euforia dari masyarakat Indonesia itu akan terjadi dengan sendirinya," ujarnya.

Bagi AMPB, kata Didik, aksi massa bukan semata-mata soal mendapatkan perhatian publik. Mereka ingin keresahan dan tuntutan yang dibawa dari Pati hingga Jakarta mendapatkan respons nyata.

Sementara itu, sosok Botok yang berada di tengah gerakan tersebut ternyata menjalani keseharian sebagai pelaku UMKM di Pati, dengan mengelola warung dan usaha tambal ban.

(TribunJateng.com/Surya.co.id/Tribunnewscom/TribunStyle.com/TribunTrends.com/Bangkapos.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.