Kapolres Pastikan Kota Bekasi Kondusif, Tak Ada Pergerakan Massa ke DPR RI
Dwi Rizki August 27, 2026 03:35 PM

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Putu Kholis Aryana memastikan kondisi Kota Bekasi pada Kamis (27/8/2026) terpantau aman dan kondusif.

Kepastian tersebut disampaikan setelah Kholis bersama Wakapolres dan jajaran pejabat Polres Metro Bekasi Kota berkeliling memantau situasi di sejumlah pos kolaborasi yang tersebar di 12 kecamatan.

"Pagi tadi bersama Wakapolres dan seluruh pejabat Polres Metro Bekasi Kota sudah berkeliling ke pos kolaborasi antara Polisi, TNI, Ormas, Ojol untuk memantau kondisi dan situasi Kota Bekasi tanggal 27 Agustus 2026. Hasilnya, tidak perlu ada yang dikhawatirkan," kata Kholis saat ditemui di Pos Bekasi Timur, Kamis (27/8/2026).

Tak Ada Pergerakan Massa dari Bekasi

Kholis juga memastikan tidak terdapat pergerakan massa aksi dari Kota Bekasi menuju Gedung DPR RI di Jakarta.

Meski demikian, pihaknya tetap menghormati masyarakat dari luar Jakarta yang hendak menyampaikan aspirasi di Gedung DPR RI.

"Sehubungan dengan agendanya berbeda, teman-teman ojol kini juga masih beraktivitas menerima orderan. Tentunya aktivitas di Bekasi seperti yang dilihat normal-normal saja," tegasnya.

Kholis menuturkan, jajaran kepolisian tetap melakukan penjagaan di sejumlah titik.

Menurutnya, penjagaan tersebut bukan untuk melakukan penyekatan ataupun menghambat aktivitas masyarakat, melainkan sebagai langkah antisipasi untuk memastikan situasi Kota Bekasi tetap aman dan kondusif.

"Tetap dilakukan penjagaan ini sebagai langkah untuk memastikan situasi di Kota Bekasi hari ini yang nyatanya normal-normal saja. Tidak ada upaya untuk menghambat ataupun menyekat," ujarnya.

Massa Pati Bubar dari DPR

Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menggelar aksi demonstrasi di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Koordinator AMPB, Supriyono alias Botok, mengatakan terdapat dua tuntutan utama yang dibawa massa dalam aksi tersebut.

"Kami datang ke sini pascaaksi demo teman-teman AMPB di DPRD Kabupaten Pati. Karena teman-teman di Bogor dan Jakarta aspirasinya sama dengan kami, yaitu segera sahkan RUU Perampasan Aset Koruptor dan hukum mati koruptor," kata Botok, Sabtu (22/8/2026) lalu. (M37)

Massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) membubarkan diri dan meninggalkan area depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026) siang.

Berdasarkan pantauan di lokasi, massa asal Pati mulai berangsur meninggalkan kawasan demonstrasi sekitar pukul 12.30 WIB.

Mereka membubarkan diri secara tertib setelah Koordinator AMPB Supriyono alias Mas Botok membacakan surat komitmen pimpinan DPR RI terkait penyelesaian Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset.

Surat tersebut dibacakan Botok di hadapan massa sekitar pukul 11.55 WIB setelah dirinya bersama perwakilan AMPB melakukan audiensi dengan pimpinan DPR RI.

Baca juga: "Kami Mundur!" Janji Pimpinan DPR Jika RUU Perampasan Aset Tidak Disahkan 15 Desember 2026

"Kali ini saya akan menyampaikan hasil audiensi kami di dalam DPR RI di Jakarta," kata Botok sebelum membacakan isi surat tersebut.

DPR Berkomitmen Selesaikan RUU Perampasan Aset
Dalam surat komitmen tersebut, pimpinan DPR RI menyatakan akan menyelesaikan pembentukan RUU Perampasan Aset paling lambat 15 Desember 2026.

Komitmen tersebut kemudian disampaikan Botok kepada massa AMPB yang sejak pagi memadati area depan gerbang Gedung DPR RI.

Usai mendengarkan isi komitmen tersebut, massa memutuskan untuk membubarkan diri dan kembali ke daerah asal.

Baca juga: Polda Metro Ungkap Alasan Rekening Aktivis Pati Diblokir: Demi Lindungi Botok dan Para Donatur 

"Dari Pati pulang dulu," ujar salah seorang massa aksi.

"Terima kasih semuanya ya," ujar massa aksi lainnya sembari menyampaikan apresiasi kepada peserta aksi dan elemen masyarakat yang hadir.

Sebelumnya, AMPB membawa dua tuntutan utama dalam aksi Demo 27 Agustus, yakni mendesak DPR mengesahkan RUU Perampasan Aset dan menerapkan hukuman mati bagi pelaku korupsi.

Massa AMPB diketahui telah berada di sekitar Gedung DPR RI sejak Rabu (26/8/2026) malam.

Aksi tersebut mendapat dukungan dari sejumlah pengemudi ojek online (ojol) dan warga Jabodetabek.

Dengan adanya komitmen pimpinan DPR tersebut, massa AMPB kemudian meninggalkan kawasan Gedung DPR RI secara tertib.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.